PA 212 Protes Istana Negara Dipakai Bahas Koalisi 
Foto : Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) Ustaz Slamet Maarif

Jakarta, HanTer - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) Ustaz Slamet Maarif memprotes Istana Negara dipakai untuk membahas masalah ke partaian dan koalisi partai. Karena sejatinya Istana Negara adalah milik negara bukan milik partai atau penguasa.

"Jangan gunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan golongan," ujar 
Ustadz Slamet Maarif kepada Harian Terbit, Kamis (26/8/2021).

Ustadz Slamet menegaskan, PA 212 bukan gerakan politik tapi gerakan moral oleh karenanya tidak akan ambil pusing dengan urusan pembahasan koalisi kepartaian. Oleh karena itu jika secara resmi PAN, partai yang saat ini menjadi oposisi belum bergabung di pemerintahan maka pihaknya akan menjaga hubungan baik.

"Tapi sebaliknya jika PAN resmi koalisi dengan ada di kabinet maka sesuai hasil ijtima ulama 4, kami pasti akan jaga jarak," paparnya.

Ustadz Slamet menilai, ditariknya sejumlah oposisi ke pemerintah menunjukan rezim saat ini seakan memakai gaya Orde Baru. Bahkan rezim saat ini lebih kasar dengan ingin menjadi single mayoriti. Rezim saat ini ingin berkuasa penuh dan menyingkirkan yang lain dalam sistem demokrasi dengan berbagai cara. 

"Saya menduga pertemuan kemarin ada kaitannya dengan perpanjangan masa jabatan presiden atau penambahan menjadi 3 periode dengan merubah UUD 45 melalui sidang istimewa," jelasnya.

"Akhirnya saya hanya bisa.berdoa semoga apa yang dilakukan PAN kemarin bermanfaat untuk bangsa dan agama bukan sebaliknya," sambungnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan petinggi partai politik (parpol) koalisinya di Istana Negara, Jakarta. Selain enam parpol koalisi, rupanya ada satu partai di luar koalisi yang turut hadir, yakni Partai Amanat Nasional (PAN).

Kehadiran PAN dalam pertemuan di Istana Negara ini dikonfirmasi Waketum PAN Viva Yoga Mauladi. Viva menyebut PAN koalisi pemerintah meski tak dapat kursi. "Iya, PAN kan partai koalisi juga. PAN hadir di Istana. Bang Zul [Zulkifli Hasan] ketum dan sekjen Mas Eddy Soeparno," kata Viva kepada wartawan, Rabu (25/8/2021).