Kapolda Ungkap Cara Tersangka Palsukan Sertifikat Vaksin 
Foto : Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran

Jakarta, HanTer - Tim dari Polda Metro Jaya yang berhasil mengamankan 2 tersangka penjual sertifikat vaksin yang terhubung aplikasi PeduliLindungi berinisial HH (30) dan FH (23) sudah ditahan, Sabtu (4/9/2021).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran mengatakan tersangka HH menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan Pcare BPJS untuk membuat sertifikat vaksin tersebut.

"HH bisa mengakses NIK dan Pcare karena bekerja di kantor Kelurahan Muara Karang. Mengapa dia memiliki akses terhadap NIK dan bisa mengakses Pcare karena yang bersangkutan adalah pegawai pada kelurahan di Muara Karang," ujar Fadil dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Polda Metro Jaya pada Jumat (3/9/2021).

Lanjutnya, setelah mendapatkan NIK, HH memanfaatkan username dan password Pcare untuk membuat sertifikat vaksin tersebut. Sertifikat ini kemudian dijual.

Adapun Fadil menjelaskan bahwa tersangka lain yang menjual sertifikat vaksin tersebut di Facebook dengan nama akun "Tri Putra Heru". Sertifikat tersebut dijual dengan harga Rp370 ribu.

"Dan setelah dilakukan komunikasi teehadap akun Facebook tersebut, diketahui bahwa akun Facebook tersebut menjual (sertifikat) vaksin tanpa harus melakukan vaksinasi dan bisa langsung terkoneksi dengan akun PeduliLindungi," pungkas Fadil.