Nistakan Agama, PA 212 : M Kece Tidak Punya Adab
Foto : Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) Ustadz Slamet Maarif. (Ist)

Jakarta, HanTer - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) Ustadz Slamet Maarif mendukung pernyataan dari Irjen Napoleon Bonaparte yang menyebut M Kece, tersangka penista agama Islam sebagai manusia yang tidak beradab. Sebagai muslim sejati Irjen Napoleon Bonaparte juga telah memberikan pelajaran terhadap M Kece.

"Sependapat dan dukung (Irjen Napoleon Bonaparte yang menyebut M Kece sebagai manusia yang tidak beradab)," ujar Ustadz Slamet Maarif kepada Harian Terbit, Senin (20/9/2021).

Ustadz Slamet menegaskan, jika M Kece mempunyai adab berupa moral, etika, atau akhlaq maka tidak mungkin dia menghina dan memperolok - olok agama lain. Apalagi M Kece melakukan penistaan agama secara sadar karena ia mempertotonkan penghinaan tersebut di depan khalayak ramai melalui media sosial (medsos).

"Semoga yang dilakukan pak Napoleon menjadi pelajaran manis buat Kece agar memiliki adab setelah keluar penjara nanti. Terima kasih pak Napoleon sudah mewakili umat yang terusik hatinya dengan Kece," tandasnya.

Ustadz Slamet memaparkan, pada dasarnya hukuman sesuai hukum yang berlaku di agama Islam maka untuk penista agama adalah harus diganjar hukuman mati. Namun karena berlaku di Indonesia maka ikuti saja hukum yang berlaku untuk penista agama di Indonesia. Walaupun hukuman yang berlaku tidak membuat jera atau kapok para pelaku penista agama.

"Harusnya para penista agama dihukum dengan berat sehingga ada efek jera. Oleh karena itu setop kepada siapapun untuk menghina agama apapun," tegasnya.

Diketahui, saat ini M Kece telah mendekam di tahanan Bareskrim Mabes Polri. Youtuber tersebut dijerat dengan pasal sangkaan berlapis. Ia terancam hukuman penjara hingga enam tahun. "Dijerat hukuman itu, bisa ancaman pidananya penjara 6 tahun," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Rabu (25/8/2021).

Menurut Rusdi penyidik menyematkan pasal dugaan persangkaan ujaran kebencian berdasarkan SARA menurut Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) hingga penistaan agama. Rusdi merinci Kece dipersangkakan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45a ayat (2) UU ITE atau Pasal 156a KUHP.

Kece ditangkap penyidik pada Selasa (24/8/2021) sekitar pukul 19.30 WITA di kawasan Banjar Untal-untal, Desa Dulang, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Dia berperkara karena video ceramah yang diunggahnya menyinggung soal SARA. Salah satu yang mencuat ialah pernyataannya terkait kitab kuning dan Nabi Muhammad SAW yang diunggah dengan judul 'Kitab Kuning Membingungkan'.