JAKARTA - Enam picul senjata api rakitan berikut amunisinya diserahkan simpatisan KKB langsung ke Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan.

Senjata itu milik KKB yang ada di wilayah Distrik Angkaisera dan Distrik Yapen Utara, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. 

Ia menyebut senjata yang diserahkan itu terdiri dari 
empat senjata laras panjang dan dua laras pendek yang diserahkan dua orang KKB.

Selain itu, diserahkan pula 97 butir munisi, sebuah HT, emoat lembar bendera bintang kejora dan beberapa dokumen.

Menurutnya, penyerahan senjata dilakukan setelah mereka melihat Pemerintah Indonesia serius membangun Papua. Terlebih mereka melihat penyelenggaraan PON XX Papua yang dibuka secara langsung Presiden Joko Widodo. 

"Sebenarnya mereka sudah begitu lama menyimpan senjata beserta amunisi ini, sebab mereka beranggapan bahwa Papua akan merdeka namun setelah melihat pembangunan dan penyelenggaraan PON di Papua, mereka yakin inilah yang benar bahwa Papua merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bingkai NKRI,” katanya dalam keterangannya, Kamis (14/10/2021). 

Ia menyebut penyerahan diri dua simpatisan ini tak lepas dari komunikasi sosial yang tepat sesuai arahan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono. 

Arahan itu, lanjutnya, meminta semua personel satuan jajaran kodam melaksanakan komunikasi sosial dengan pendekatan kearifan lokal. 

Ia kemudian meminta pimpinan TPN/OPM Wilayah Saireri Fernando Worabai dan pengikutnya untuk segera kembali ke pangkuan NKRI. 

“Kami imbau kepada saudara kami Fernando Worabai untuk kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama kita ciptakan suasana Kamtibmas yang kondusif demi masa depan generasi muda dan juga percepatan pembangunan yang saat ini sedang berjalan di wilayah ini, sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat Yapen dapat terlaksana,” katanya. (*/yp)