ICW Sebut Buzzer Picu Pertarungan Narasi Tak Sehat
Foto :

Jakarta, HanTer - Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo mengatakan eksistensi buzzer (pendengung) yang semakin meningkat dalam proses kebijakan publik memicu kemunculan pertarungan narasi yang tidak sehat.

Adnan saat berbicara dalam webinar "Buzzer dalam Pusaran The Colosseum of Rome”, Jakarta, Kamis (14/10/2021) mengatakan narasi yang tidak sehat adalah narasi yang ditekankan pada pembentukan opini publik tanpa melibatkan perdebatan publik yang sehat.

Adnan menjelaskan perdebatan publik yang sehat, khususnya di media sosial, seharusnya berbasis data, bersifat ilmiah, berdasarkan bukti yang ada, dapat diukur, objektif, melibatkan keahlian spesifik, dan berbasis data.

Kebanyakan buzzer menggiring opini publik terhadap berbagai isu yang didominasi kebijakan publik dan kepentingan politik dengan membidik sisi emosional personal dan sentimentil para pengguna media sosial. Dengan demikian, mereka akan lebih cepat mendapatkan simpati dan dukungan.

“Buzzer bisa mengemas sedemikian rupa informasi sehingga hal-hal yang ilmiah tidak relevan lagi dalam konteks kebijakan publik,” ujarnya.