Jika Gagal Berpasangan Dengan Puan di Pilpres 2024, Prabowo Diprediksi Bakal Menggandeng Anies Atau Sandiaga
Foto :

Jakarta, HanTer - Prabowo Subianto diprediksi bisa menggaet Anies Baswedan atau Sandiaga Uno menjadi pasangannya dalam perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Hal itu dapat terjadi jika Prabowo ternyata tidak cocok dengan Puan Maharani.

Diketahui, Prabowo-Puan memang digadang-gadang menjadi pasangan Pilpres 2024, seiring harmonisnya hubungan antara Partai Gerindra dan PDI Perjuangan.

Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin, menilai, puang Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk kembali ikut dalam kontestasi Pilpres 2024 masih 50:50. Menurutnya, Prabowo bisa saja menang dan bisa juga kemungkinan tumbang untuk kesekian kalinya.

"Kans Prabowo menang itu masih fifty-fifty. Bisa menang dan bisa juga tumbang," kata Ujang di Jakarta, Kamis (13/10/2021).

Menurutnya, Prabowo saat ini masih memiliki elektabilitas sebesar 30 persen saja. Kata dia, angka tersebut tak bisa menjadi modal untuk memenangkan Pilpres 2024 mendatang.

"Jika ingin mengkalkulasi dan ingin melihat kemenangan paling tidak elektabilitasnya nembus 70%. Ini baru sedikit aman. Yang elektabilitasnya tinggi hingga menjelang Pilpres 2024 berpotensi menang. Namun juga bisa tumbang," tuturnya.

Terkait dengan sosok pasangan yang pas untuk Prabowo, Ujang mengatakan, mantan Danjen Kopassus tersebut harus mencari yang bisa menambah atau mengisi kelemahan atau kekurangan dari elektabilitasnya. Soal sosoknya masih belum terbaca.

"Kemungkinan yang menjadi pesaing Prabowo, bisa Anies atau juga Ganjar. Atau bisa juga yang lain yang nanti muncul di detik-detik akhir. Karena biasanya politik juga selalu menghadirkan kejutan-kejutan," tandasnya.

Anies Atau Sandiaga

Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai, jika Prabowo dipasangkan dengan Sandiaga, Partai Gerindra kembali berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera.

Opsi koalisi dengan PKS bukan cuma untuk memasangkan Prabowo-Sandiaga, namun ada juga kemungkinan memasangkan Prabowo dengan Anies Baswedan.

"Misalnya Prabowo sama Puan gak ketemu, gak jadi ini koalisi, peta koalisi gak jadi, maka Pak Prabowo tentu akan mencari tambahan kursi. Apakah akan tengok ke PKS, tapi tidak mengambil kader PKS, kembali mengambil Sandi atau mengambil Anies," ujar Pangi di Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Pangi berujar opsi pasangan Prabowo-Sandiaga maupun Prabowo-Anies sangat mungkin terjadi. Mengingat, elektabilitas ketiga tokoh tersebut yang cukup menjanjikan dalam berbagai rilis survei terakhir.

"Mungkin saja opsi itu terjadi. Karena kan elektabilitas pasangan Prabowo-Anies itu juga cukup tinggi, menjanjikan. Dan Prabowo-Sandi itu juga masih tinggi dari pasagannya masih cukup tinggi," kata Pangi.

Sebelumnya diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bakal maju sebagai konstestan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Selain karena dorongan kader, majunya Prabowo tersebut juga disebut sebagai harapan dari masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Gerindra Sulawesi Selatan pada Sabtu (9/10/2021). Dalam rapat tersebut DPD Gerindra Sulsel sempat meminta kesediaan Prabowo untuk maju kembali dalam perhelatan Pilpres.

Mereka menjamin akan memenangkan Prabowo mulai dari DPD, DPC, PAC hingga ranting. Mendengar masukan itu, Muzani memastikan kalau sang ketua umum bakalan bertarung untuk yang ketiga kalinya dalam Pilpres.

"Saya katakan, 2024 Pak Prabowo Insya Allah akan maju dalam laga pilpres. Majunya beliau karena begitu masifnya permintaan kita semua. Majunya beliau karena begitu besar harapan rakyat, pembangunan harus berlanjut, cita-cita kita berpartai belum terwujud," kata Muzani dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.