Manfaatkan Literasi Digital, Cak Imin: Masyarakat Harus Cerdas dan Bijak 
Foto : Cak Imin/ ist

Jakarta, HanTer - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menggelar seminar virtual bertema Cerdas dan Bijak Dalam Dunia Digital. 

Tiga pembicara handal yang dihadirkan, yakni, Dr. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si (Wakil Ketua DPR RI), Dr. Devie Rahmawati (TA Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa) dan Assistriadi Widjiseno ST, M. MT (dosen Teknik Informatika UKK dan Penelitian Digital Leadership). 

Dalam paparannya Abdul Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin menjelaskan saat ini mau tidak mau, ada motivasi yang benar-benar masuk kedalam dunia digital.

“Maka dunia digital merupakan dunia keseharian yang mau tidak mau harus kita hadapi dan menjadi bagian di dalamnya. Sosial media tidak hanya menghubungkan satu orang dengan yang lainya tetapi sosial media menjadi sangat produktif, bukan saja arus informasi yang berkembang, bahkan antar subjek-subjek pelaku dunia social media adalah produsen-produsen dari informasi,” katanya, Jumat (15/10/2021).

Dikatakan Cak Imin, dunia digital ini yang kemudian semakin menguatkan social media, sehingga informasi cepat, efektif, produktif dan pergantianya sangat cepat. Maka cerdas dalam menggunakan sosial media adalah mengerti dan memanfatkannya sebagai peluang bisnis atau menjadikanya kekuatan sosial, ekonomi, bahkan politik. 

“Itulah peluang untuk kita sehingga kita harus cerdas, cerdas artinya mampu memanfaatkan peluang dunia digital. Dan bijak dalam artian kita harus benar-benar menjadi subjek atau actor dari dunia digital yang memberi manfaat,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Assistriadi Widjiseno mengenai dunia digital ini banyak sekali transformasi, perubahan bentuk dari sisi budaya, sosial media, bisnis, pendidikan, kesehatan bahkan sampai dunia politik. 

“Untuk bisa cerdas kita perlu adanya wawasan, perlu banyak sekali jam terbang dan pemahanan atau pengetahuan. Pada revolusi industry 4.0 konektivitas antara manusia, mesin & data waktu itu sudah sangat intens atau nyata. Jadi ini merupakan sebuah perubahan di dalam waktu sekian tahun dari orang tidak menggunakan hp dan sekarang serba menggunakan handphone,” jelasnya.

Ditambahkannya, pada akhirnya alam akan menseleksi dunia digital, mana yang positif dan negative dan kita kalau bisa harus hadir dan secara bijak menjadi bagian dari kekuatan produktif untuk menghasilkan yang positf dari dunia digital. 

“Dan pada era digital ini memiliki dampak negative dan juga positifnya bagi kita semua, kita harus bisa mengikuti kemajuan teknologi di era digital ini, karena kemajuan teknologi adalah suatu keniscayaan,” tambahnya.

Sedangkan Devie Rahmawati menjelaskan bahwa dunia digital seharusnya menjadi berkah bukan bencana. Pentingnya etika, karena etika sederhana ialah tentang perilaku yang baik dan buruk. Kalau di ruang digital apa ciri-cirinya orang yang mempunyai etika atau tidak yaitu melalui komunikasinya. 

“Karena internet sejatinya adalah teknologi komunikasi. Oleh karenanya, kunci kesuksesan hidup di internet ialah melalui komunikasi yang beradap dan bermantabat. Mari kita perbaiki diri sebagai bangsa agar riset-riset tahun depan tidak lagi menunjukan data yang memalukan tersebut. Maka Indonesia menjadi masyarakat yang marah bukan ramah dan masyarakat yang berang bukan yang tenang,” paparnya.