Eks Bupati Kukar Mengaku Diminta Rp10 Miliar agar Aset yang Disita KPK Kembali
Foto : Ilustrasi (pixabay)

JAKARTA - Bupati Kutai Kertanegara (Kuker) Widyasari mengaku diminta Rp10 miliar oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju. 

Uang itu juga untuk lawyer fee Maskur Husain, pengacara yang akan membantu pengembalian aset milik Rita yang sedang disita KPK. 

Dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, 
ia menyebut Robin dan Maskur menemuinya di Lapas kelas IIA Tangerang. Keduanya menawarkan jasa pengurusan perkara peninjauan kembali (PK) yang saat itu sedang diajukan Rita ke Mahkamah Agung 

"Beliau bisa membantu PK. Pak Robin dan Maskur juga akan memberikan 19 aset yang disita KPK, syaratnya itu membayar royal fee Rp10 miliar dan memberhentikan pengacara lama saya," katanya saat bersaksi untuk terdakwa Robin dan Maskur, Senin (18/20/3021).

Menurutnya, dalam pertemuan itu keduanya bahkan menunjukkan dokumen beberapa klien yang juga dikenal Rita.

"Beliau juga bilang dia yang membantu. Namanya saya dalam kondisi itu saya pikir ya benar. Ini apalagi ada penyidik. Jadi, saya namanya saya berharap," katanya. 

Rita mempercayai Stepanus. Ia kemudian mengganti pengacaranya lalu memberi kuasa baru pada Maskur sebagai pengacara. Dan di-backup dengan satu surat lagi bahwa akan mengembalikan aset yang saya sudah serahkan di PK. Maksudnya PK itu akan memberikan 19 aset saya itu," kata Rita yang mengaku kenal Stepanus dari mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin ini. (*/yp)