KPK Perpanjang Penahanan Anak Alex Noerdin
Foto :

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Bupati nonaktif Mudik Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

"Tim penyidik memperpanjang masa penahanan DRA dan tersangka lainnya untuk masing-masing selama 40 hari ke depan terhitung mulai  5 November 2021 sampai 14 Desember 2021," ujar Pelet Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam, Jumat (5/11/2021).

Tersangka lain yang dimaksud adalah Kadis PUPR Musi Banyuasin Herman Mayori, pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas PUPR Musi Banyuasin Eddi uy , dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara Suhandy. 

Ia juga menyebut Dodi Reza masih akan ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1. Herman di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur. Sementara Eddi dan Suhandy kasih akan ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih.

"Perpanjangan penahanan ini dilakukan karena penyidik masih memerlukan waktu untuk melengkapi berkas perkara para tersangka dimaksud," katanya. 

Sebelumnya, KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap proyek di Pemkab Musi Banyuasin. 

Keempatnya adalah Dodi Reza Alex Noerdin, Kadis PUPR Musi Banyuasin Herman Mayori, pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas PUPR Musi Banyuasin Eddi Umari, dan Direktur PT lSelaras Simpati Nusantara Suhandy.

Dodi, Herman dan Eddu disangka penerima suap  melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara Suhandy dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*/yp)