Jakarta, HanTer - Berolahraga di masa pandemi sangat disarankan. Sebab, berolahraga dapat meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh yang merupakan modal untuk mencegah Covid-19. Sayangnya, berolahraga di masa pandemi juga tidak luput dari risiko cedera.

Lalu bagaimanakah cara berolahraga dengan aman di masa pandemi?

Dokter spesialis orthopedi RSU Syubbanul Wathon dr Trimanto Wibowo MBiomed SpOT mengatakan olahraga sangat penting dilakukan di masa pandemi. Sebab, berolahraga akan meningkatkan imunitas tubuh yang penting untuk mencegah penularan Covid-19.

Namun, selama pandemi ini seluruh aktivitas disarankan untuk dijalankan di rumah saja, tak terkecuali berolahraga. Biasanya olahraga yang disarankan adalah yang memiliki intensitas rendah sampai dengan sedang.

Tapi, walau hanya dilakukan di rumah, resiko cedera karena berolahraga tetap bisa saja terjadi.

“Biasanya, cedera yang mungkin terjadi saat berolahraga di rumah adalah pada bagian bahu, siku, pergelangan tangan, pangkal paha, lutut, dan pergelangan kaki,” ungkapnya, belum lama ini. 

Menurut dr Trimanto, untuk mencegah terjadinya cedera olahraga bisa dilakukan secara primer maupun tersier. Untuk premier sebelum berolahraga sebaiknya memperhatikan kondisi tubuh.

Misalnya tubuh harus sehat, tidak demam, pusing, rasa  yeri otot atau keluhan lainnya. Sedangkan pencegahan tersier adalah cukup melakukan pemanasan dan pendingin yang baik pada sebelum dan sesudah berolahraga.

“Kedua hal ini tidak bisa diabaikan untuk mencegah terjadinya cedera saat melakukan olahraga di rumah saja,” papar dr Trimanto.

Namun, lanjut dr Trimanto, apabila cedera berolahraga tidak bisa dihindari dan terjadi di rumah, maka sebaiknya melakukan penanganan pertama untuk mencegah terjadinya keparahan.

Pertama, istrirahatkan bagian tubuh yang terkena cedera. Kedua, memberikan es di lokasi yang terkena cedera selama kira kira 20 menit. Ketiga, pemberian penekanan kepada jaringan yang mengalami cedera. Keempat tinggikan area yang terkena cedera melampaui jantung.