Wakil Ketua MPR Serukan untuk Meneladani Para Bapak Bangsa, Pahlawan Sejati
Foto : Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid

Jakarta, HanTer - Jelang peringatan Hari Pahlawan 10 November, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid (HNW) menyerukan kepada umat beragama di Indonesia, untuk meneladani dan mempraktekkan kerukunan beragama yang dilakukan Bapak-Bapak Bangsa.

"Baik perilaku para Bapak-Bangsa saat jadi anggota BPUPK, Panitia 9 maupun PPPKI. Juga hasil dari kerukunan beragama mereka baik antar umat beragama maupun diinternal agamanya. Karena kerukunan yang dijalin para Bapak-Bangsa, itu telah menghasilkan kesepakatan Piagam Jakarta (Pembukaan UUD 1945), Pancasila, dan NKRI tetap dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” kata HNW dalam Seminar Nasional bertajuk “Sosialiasi Kerukunan Antar Umat Beragama dalam Bingkai Pancasila dan UUD 1945” di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu (6/11/2021).

Lanjut HNW, Kenegarawanan para Bapak Bangsa, itu tampak meski berbeda agama tapi tak ada satupun yang anti Agama atau pengikut PKI. Keteladanan mereka harus dijadikan rujukan dan penyejuk, terutama saat membicarakan kembali soal kerukunan beragama dalam bingkai Pancasila dan UUD NRI 1945.

Penting dihadirkan lagi spirit bergotong royong, kata HNW guna menguatkan paham dan praktek kerukunan beragama baik intra maupun antara Umat beragama. Sehingga dapat mengulangi peran mensejarah Pahlawan-Pahlawan Bangsa untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.

"Upaya untuk melindungi dan mempraktekkan nilai-nilai agama yang baik dan benar, perlu dilakukan, agar peristiwa yang menghancurkan Negara dan Agama seperti pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak berulang. Kita bisa mengambil pelajaran dari Pemberontakan PKI. Karenanya Umat beragama penting waspada dan menyatukan sikap, apabila ada pihak-pihak yang mulai menjadikan agama sebagai bahan olok-olok,” ulasnya.

Selain itu HNW menanbahkan, sangat pentingnya memupuk dan menguatkan kerukunan antar dan internal umat beragama. Salah satu instrumen paling utama tentu pemahaman dan pengamalan yang baik dan benar terhadap Pancasila dan UUD NRI 1945. 

"MPR mengamandemen UUD 45 tapi tetap menempatkan Agama dalam posisi yang sangat dipentingkan, baik dalam Pancasila maupun dalam UUD NRI 1945 Pasal 28 E,I, J, Pasal 29 ayat 1 dan ayat 2, serta Pasal 31 ayat 3 dan ayat 5," papar HNW.

Untuk diketahui, acara tersebut juga menghadirkan Ketua MUI Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama KH Yusnar Yusuf, Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy, dan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pdt Gomar Gultom.