Jakarta, HanTer - Banyak cara dilakukan seorang pekerja seni untuk mengkritik kehidupan yang timpang. Seperti penulis dan sineas Indonesia Djenar Maesa Ayu berharap film-film Indonesia bisa menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu sosial yang terjadi di sekitar.

Buktinya, ia menyinggung soal toxic masculinity dan mengusung tema kisah cinta tragis di dunia yang maskulin; berlatar di tahun 1980-an.

"Sejuah ini terlepas dari apakah setting ini berada di tahun '80-an atau tidak, saya yang berperan sebagai Rona Merah di sini rasanya menjadi bittersweet. Saya bahagia bisa mengkritik lewat film,” katanya  Rabu (17/11/2021).