Jakarta, HanTer - Banyak cara dilakukan untuk mengendalikan pandemi saat ini. Salah satunya dengan mengisolasi orang yang terkonfirmasi Covid-19.

Selain itu, teknik pengendalian pandemi yang tepat dapat menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, salah satunya melalui tracing yang kuat sebagai standar utama dalam mengendalikannya.

"Memutus rantai penularan dengan mengisolasi mereka yang terkonfirmasi positif dan yang melakukan kontak erat. Itu yang harus kita kuatkan," kata Ketua Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane, Senin (22/11/2021).

Dikatakan Masdalina, sebenarnya banyak yang harus dilakukan pemerintah agar tidak terjadi lonjakan kasus seperti gelombang dua pada Juli lalu. “Tentunya dengan meningkatkan fasilitas layanan kesehatan,” tambahnya.

Menurut Masdalina, pemerintah telah melakukan beragam upaya termasuk pembatasan mobilitas masyarakat dalam penyebaran Covid-19. Mengingat, mobilitas masyarakat dapat mempengaruhi penurunan maupun peningkatan jumlah kasus Covid-19.

"Intinya secara epidemiologi, memang dikenal mampu menyebarkan penyakit namun tidak secara langsung meningkatkan atau menurunkan jumlah kasus," ungkapnya.

Menurutnya, ketika ada satu virus Covid-19 varian Delta masuk ke satu wilayah dan tidak diisolasi maka dia akan meluas dengan cepat, terlepas dari ada atau tidak adanya mobilisasi.

Misalnya, ketika pemerintah menerapkan aturan PSBB dengan sangat ketat, kasus COVID-19 di Indonesia tercatat masih terus naik.

"Saat ini, 12 pekan terakhir, PPKM ada di atas kertas, tapi faktanya mobilisasi warga sudah sama seperti tidak ada pandemi. Apakah kasusnya naik? Tidak," terangnya.

Sejauh ini, tidak adanya kenaikan kasus Covid-19 meski mobilitas warga sudah hampir kembali normal, disebabkan oleh teknik pengendalian yang tepat. "Kan selama kita mengikuti prosedur pengendalian yang tepat, maka akan terkendali," tutup Masdalina.