Ungkap Asal Pendanaan, Densus 88 Antiteror Buru Otak Jamaah Islamiyah
Foto : Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar. (instagram duvisihumaspolri)

JAKARTA - Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar, mengungkap perburuan kelompok teroris di Indonesia.

Ia menyebut saat ini fokus memburu penggerak atau otak kelompok teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Saat ini, peta kelompok ini sudah makin mengerucut. 

“Kami makin naik ke atas, kami sudah jauh dari tangan yang dulunya berlumuran lumpur dengan darah, bagian meledak-meledak, bagian menyerang-menyerang. Sekarang kami naik ke atas ke bagian otak, strategi seperti pendanaan dan lainnya,” ungkapnya di Mabes Polri pada Kamis, (25/21/2021).

Ia juga menyebut dalam setiap penegakan hukum yang dilakukan Densus 88 Antiteror maka tujuannya untuk mengungkap dan melemahkan jaringan kelompok teroris. 

Itu makanya perlu waktu lama untuk bisa mengungkap kelompok penebar teror ini.

"Yang jelas, tindakan Densus dalam setiap penegakan hukum berusaha untuk mengikis, membuka, mengungkap, dan melemahkan, sehingga kita arahkan memang ini bisa tertuntaskan,” ujarnya. 

Menurutnya, kelompok JI melakukan pendanaan lewat kegiatan resmi yang menarik perhatian publik. Mulai dari sektor pendidikan, hingga pengiriman bantuan ke negara-negara Suriah. "Sehingga memang tidak kelihatan seperti itu (kegiatan terorisme," katanya, "Padahal itu adalah bagian dari program atau strategi untuk meraih simpati masyarakat."

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror telah menangkap 24 terduga teroris bagian pendanaan JI. Mereka berada dari Syam Organizer dan Lembaga Smil Zakat Badan Mal Abdurrahman bin Auf. (*/yp)