Penembakan Pos Polisi di Aceh, 4 Orang Menyerahkan Diri Namun Tak Ditahan
Foto : Ilustrasi (pixabay)

ACEH - Empat orang dengan membawa senjata api laras panjang menyerahkan diri ke polisi. Mereka diduga terkait kasus penembakan Pos Polisi Panton Reu Polres Aceh Barat.

Namun polisi tak menahan empat orang yang sebelumnya masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi itu. 

"Benar, mereka datang dengan penuh kesadaran untuk menyerahkan diri. Ini adalah upaya persuasif yang dilakukan polisi secara maraton selama lima hari," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, kepada wartawan, Sabtu (27/11/2021). 

Menurutnya, saat menyerahkan diri ke kantor polisi keempatnya datang dengan diantar keluarga. 

Selain itu, mereka juga menyerahkan empat pucuk senjata api laras panjang, masing-masing satu pucuk M16 beserta tiga unit magazine dan tiga pucuk AK-56 dengan tiga unit magazine, juga 114 butir peluru kaliber 5,56 dan 283 butir peluru kaliber 7,62.

Ia mengakui keempatnya tak ditahan. "Tidak dilakukan penahanan dengan pertimbangan subjektif penyidik bahwa mereka sangat kooperatif, tidak akan melarikan diri, atau menghilangkan barang bukti,"   katanya. 

Keempat orang tersebut, sambungnya, telah menyatakan bersedia hadir di hadapan penyidik kapan pun dibutuhkan. Selain itu, ada  jaminan dari pihak keluarga. 

Meski begitu, keempatnya dikenakan wajib lapor setiap Senin dan Kamis. 

Winadu menyebut secara keseluruhan ada delapan orang yang sudah diamankan dalam kasus ini. Mereka adalah yaitu SJ (41), RJ (46), DM (40), AF (38), CA (53), AD (61), JH (42) dan AH (56) yang kemudian meninggal dunia. 

"Kepada seluruh tersangka tetap akan menjalani proses hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," katanya. (*/yp)