Soal Kasus Suami Suka Mabuk, Jaksa Agung Ungkapkan Hal Ini
Foto : Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin

Jakarta, HanTer - Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengingatkan anak buahnya untuk mengedepankan rasa keadilan, dalam praktik penegakkan hukum. Salah satu contoh yang dia soroti ialah terkait tuntutan satu tahun penjara untuk Valencya (45), istri yang memarahi suaminya gegara mabuk-mabukan.

Menurut Burhanuddin, tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada perkara tersebut mencontohkan penegakan hukum yang tidak menyerap rasa keadilan. Karena itulah pihaknya melakukan serangkaian tindakan hingga membebaskan Valencya dari jerat hukum

Saudara sekalian tentunya terkejut dengan langkah ekstrem yang saya lakukan, mulai dari tindakan eksaminasi, mencopot Aspidum, menarik penanganan perkara, dan menuntut bebas. Perlu saudara sekalian ketahui bahwa tindakan itu terpaksa saya ambil, karena jaksa-jaksa saya di bawah ternyata tidak profesional dan tidak peka," ujarnya dalam keterangan tertulis yang disampaikan Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dikutip Minggu (28/11/2021).

Burhanuddin mengingatkan atribut kewenangan yang ada pada jaksa adalah bentuk delegasi kewenangan dari dirinya, yang sewaktu-waktu bisa dicabut ketika tugas mereka menyimpang atau tidak cakap dalam mengemban tugas. Semangat dan ruh dari Pedoman Nomor 3 Tahun 2019 tentang Tuntutan Pidana Perkara Tindak Pidana Umum adalah memberikan kepercayaan penuh kepada Kajari sebagai pengendali perkara, sedangkan Kajati sebagati quality control, dan Kejaksaan Agung sebagai evaluator.

"Kalian harus ingat bahwa atribut kewenangan yang ada pada kalian adalah pendelegasian kewenangan dari saya, yang sewaktu-waktu bisa saya cabut manakala kalian saya nilai tidak cakap dalam mengemban tugas dan kewenangan itu," ungkap Burhanuddin.