Aziz Yanuar: Sampaikan Pesan HRS: Lanjutkan Revolusi Ahlak 
Foto :

Jakarta, HanTer - Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab (HRS) Aziz Yanuar mengatakan, HRS berpesan agar umat Islam tetap melanjutkan revolusi akhlak dengan cara - cara berakhlak termasuk juga dalam penyampaian aspirasinya. Oleh karena itu pihaknya menghormati animo masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya secara damai dan konstitusional dalam acara Reuni 212 di Patung Kuda, Monas, Jakarta, Kamis (2/12/2021) lusa.

"Yang jelas pesan HRS adalah lanjutkan revolusi akhlak dengan cara - cara berakhlak termasuk juga dalam penyampaian aspirasinya," ujar Aziz kepada Harian Terbit, Senin (29/11/2021).

Terkait izin, Aziz menegaskan, dalam aksi unjuk rasa dan penyampaian pendapat tidak ada nomenklatur harus mendapatkan ijin dari kepolisian. Oleh karena itu tidak ada aturan demo atau unjuk rasa harus ijin kepada kepolisian.Yang ada hanya pemberitahuan kepada kepolisian bahwa akan digelar aksi demo atau unjuk rasa.

"Ijin itu jika mau tutup jalan buat panggung misal itu baru ijin," tegasnya.

Terpisah, pegiat media sosial (medsos), Nicho Silalahi mengatakan, bahwa Reuni 212 tidak butuh izin dari pihak kepolisian. Apalagi UU telah mengatur hak untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat. Kita tidak butuh ijin dari kepolisian sebab UU telah mengatur hak untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat," kata Nicho Silalahi dalamTwitter pribadinya, Minggu, (28/11/2021).

Nicho menyebut bahwa aksi Reuni 212 akan tetap digelar meskipun tanpa izin dari pihak kepolisian. "Kita hanya diwajibkan untuk memberitahu kegiatan pada kepolisian. Ada atau tidak adanya ijin kepolisian maka #Reuni212PemersatuRakyat harus kita laksanakan," lanjutnya.

Aksi 212 merupakan aksi unjuk rasa dari umat Islam yang digerakkan oleh Habib Rizieq Shihab. Aksi ini pertama dilakukan pada 2 Desember 2016 silam. Adapun gerakan aksi 212 itu bertujuan untuk menegakkan hukum terhadap para penista agama. Tahun 2016, massa aksi 212 menuntut agar Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihukum.
Mereka mendesak agar Ahok dipenjarakan karena dinilai menistakan Al-Qur'an yang merupakan kitab suci umat Islam.