JAKARTA - Dua orang dari PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) ditetapkan Bareskrim Polri sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Keduanya adalah Ario Pramadhi selaku mantan Direktur Utama dan Christman Desanto, eks VP Finance dan IT.

Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan status tersangka tersebut terkait pengadaan barang dan jasa pembangunan infrastruktur Gigabit Passive Optical Network (GPON) oleh PT JIP di tahun 2017 hingga 2018. 

"Tersangka atas nama Ario Pramadhi (Direktur Utama PT JIP) dan Christman Desanto (VP Finance & IT PT JIP)," katanya dalam keterangannya, Senin (29/11/2021). 

Menurutnya, penyidikan terhadap kasus ini telah dimulai sejak 8 Februari 2021. Adapun kasus ini terdaftar di dalam laporan polisi bernomor LP/A/0072/II/2021/Bareskrim tertanggal 5 Februari 2021. 

Dalam kasus ini, polisi  mengamankan sejumlah barang bukti dari PT JIP, PT Jakpro, PT GTP, dan oknum pejabat PT JIP.  Barang bukti itu adalah handphone, laptop, sertifikat tanah dan bangunan, hingga rekening koran.

"Limabelas HP, tiga laptop, tujuh CPU komputer PT JIP, rekening koran Bank Mandiri PT JIP, Rek koran Bank DKI PT JIP, sertifikat tanah dan bangunan yang berlokasi di wilayah Bekasi tiga dokumen SHM, sertifikat tanah dan bangunan yang berlokasi di wilayah Bekasi satu dokumen SHM," ungkapnya.

Penyidik juga mengamankan dokumen PT JIP sebanyak 161 dokumen, dokumen perjanjian kerjasama antara PT JIP dengan PT ACB, PT IKP, dan PT TPI, dokumen pencairan dana PT Jakpro ke PT JIP, dan invoice pembelian material GPON. 

Menurutnya, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*/yp)