Jakarta, HanTer - Koordinator Bidang Sanitasi Direktorat Perumahan dan Permukiman Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Laisa Wahanudin mengatakan ketimpangan sanitasi masih terjadi di kota, bahkan ibu kota seperti Jakarta.

"Di ibu kota negara sendiri ternyata akses sanitasinya juga belum seperti yang diharapkan. Masih ada saudara kita yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS)," kata Udin dalam webinar, Senin (29/11/2021).

Karena itu menurutnya perbandingan infrastruktur sanitasi antar wilayah tidak perlu dilakukan terlalu jauh, misalnya antara wilayah Indonesia bagian barat dengan bagian timur atau antara wilayah di dalam dengan di luar Pulau Jawa.

"Infrastruktur lain, misalnya jalan atau transportasi, saat ini tidak ada lagi desa yang terisolasi. Meski belum semua desa memiliki jalan beraspal, tapi menuju desa sudah ada jalan," katanya, dilansir Antara.

Untuk mencapai target 90 persen rumah tangga telah dapat mengakses sanitasi layak sampai 2024, diperlukan peran serta dari stakeholder baik di lingkungan pemerintah pusat maupun daerah. "Kita memerlukan pemberdayaan masyarakat melalui pemicuan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) lima pilar yang saat ini dipimpin oleh kawan-kawan Kementerian Kesehatan," imbuh Udin. (Ant)