Jual Beli Jabatan di Kementerian BUMN, Erick Thohir Harus Bisa Membuktikan
Foto :

Jakarta, HanTer - Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar mengatakan, Menteri BUMN Erick Thohir harus menelusuri jual beli jabatan di Kementerian BUMN.

Junisab mempertanyakan siapa pihak yang dimaksud Erick Thohir dengan jual beli jabatan. Karena pada dasarnya itu ada di kementeriannya yang menentukan seseorang menjadi petinggi di Kementerian BUMN. Oleh karena itu jika bukan sekedar isu maka Erick Thohir harus bisa membuktikan dan menunjuk hidung siapa - siapa saja yang terlibat dan seperti apa yang dimaksud dengan jual beli jabatan.

"Jika tidak bisa membuktikan maka kami berharap Erick Thohir minta maaf saja atas isu yang dilontarkannya. Karena yang dilakukannya tidak ada gunanya bagi publik, tidak ada gunanya bagi negara ini dan tidak ada gunanya bagi peningkatan kinerja dari BUMN," kata Junisab kepada Harian Terbit, Senin (29/11/2021).

Sosok Bersih

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta, M. Jamiluddin Ritonga juga mengatakan, belakangan ini Menteri BUMN Erick Thohir banyak melontarkan pernyataan terkait di internalnya. Di antaranya Erick menyatakan ada jual beli jabatan dan dugaan korupsi di BUMN, termasuk toilet gratis du SPBU.

"Pernyataan Erich Thohir itu tampaknya ingin menegaskan bahwa dirinya sosok yang bersih. Ia bukan sosok yang menyukai jual beli jabatan, apalagi korupsi di BUMN," ujarnya.

Pernyataan Erick, sambung Jamil, juga ingin dinilai sebagi sosok yang peduli dengan semua lapisan masyarakat. Dengan toilet di SPBU gratis, Erick ingin dikesankan sosok yang tidak memberatkan masyarakat. Alsannya, karena hal itu menjadi bagian dari pelayanan kepada pengguna SPBU. 

"Pernyataan itu juga ingin membantah bahwa dirinya bukan sosok yang terlibat dalam bisnis vaksin. Erick Thohir ingin menyatakan keliru besar kalau ada yang menuding dirinya ikut berbisnis vaksin," paparnya.