Hakim Nyatakan Status Tersangka Irwandi Yusuf Sah
Foto :

Jakarta, HanTer -  Perjuangan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf untuk bebas dari tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pupus. Pasalnya praperadilan yang diajukannya ditolak. Sehingga status tersangka yang disandangnya pun 
dinyatakan sah berdasarkan hukum. Saat ini Irwandi ditahan di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. 

"Mengadili dalam eksepsi. Menolak eksepsi termohon untuk seluruhnya. Dalam pokok perkara menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya," kata hakim tunggal Riyadi Sunindyo Florentinus saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (24/10/2018). 

Riyadi menyebut penyelidikan, penyidikan, penahanan, dan tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap Irwandi adalah sah dan memiliki kekuatan hukum mengikat. Dia juga mengatakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan terhadap Irwandi telah memenuhi alat bukti minimal yang sah. Sementara itu terkait bukti yang tidak relevan tidak dipertimbangkan hakim yakni bukti percakapan Steffy Burase, teman dekat Irwandi. Model cantik asal Manado itu juga menjadi tenaga ahli Aceh Marathon 2018.

"Bukti elektronik chatting Steffy Burase menurut hakim bukti tersebut tidak relevan sehingga harus dikesampingkan," ujar Riyadi.

Untuk mematahkan praperadilan yang diajukan Irwandi melalui Wakil Ketua PNA Banda Aceh, Yuni Eko Hariatna ini KPK mengajukan 42 bukti.Di antara bukti yang diajukan adalah surat dan dokumen terkait penanganan perkara dan sejumlah BAP saksi yang diperiksa tim penyidik KPK. Diajukan juga bukti berupa slip dan aplikasi setoran bank Mandiri, slip setor tunai BNI, putusan Pengadilan PN Jaksel No. 124/Pid.Pra/2017/PN.Jkt.Sel.

Selain itu disertakan juga laporan kegiatan digital forensik proses capture dari perangkat elektronik. Tim hukum KPK juga mengajukan 1 orang ahli hukum pidana yakni Dr. Arief Setiawan, SH, MH dari Universitas Islam Indonesia (UII).  Hari ini tim penyidik KPK juga memeriksa kembali Steffy. Kali ia juga diperiksa sebagai saksi untuk Irwandi terkait kasus suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018.

Sebelumnya, pada Jumat (19/10), Steffy telah diperiksa penyidik lembaga anti rasuah itu. Dimana Steffy membantah telah menerima uang sebesar Rp1 miliar untuk kepentingan pribadinya yang diduga uang dari suap DOKA 2018.  Selain Irwandi Yusuf, dalam kasus ini KPK telah menetapkan empat tersangka yakni Hendri Yuzal (staf khusus Gubernur Aceh), T SyaifuI Bahri (pihak swasta) dan Bupati non-aktif Bener Meriah, Ahmadi.

Dalam kasus ini, Gubernur Irwandi diduga meminta jatah sebesar Rp1,5 miliar terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018. Irwandi meminta jatah tersebut kepada Bupati Bener Meriah, Ahmadi.

Namun, Bupati Ahmadi baru menyerahkan uang sebesar Rp500 Juta kepada Gubernur Irwandi lewat dua orang dekatnya yakni Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. ‎Diduga, pemberian tersebut merupakan bagian komitmen fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh.

Sebagai pihak penerima suap, Irwandi Yusuf, Hendri Yusuf, dan Syaiful Bahri disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara, Ahmadi sebagai pihak pemberi disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.