Bentrokan Antar Oknum Polri-TNI Disayangkan
Foto :

Jakarta, HanTer - Dalam satu pekan ini setidaknya sudah ada tiga peristiwa bentrokan antar oknum anggota Polri dan TNI dan antar oknum anggota mantra yang membuat miris publik. Tiga bentrokan tersebut yakni, AD vs Polri di Ambon dan Papua. Sementara di Batam juga terjadi bentrokan antara AD vs Marinir. Beruntung ketiga bentrokan tersebut berujung damai di antara mereka.

"Sangat disayangkan masih saja terjadi bentrok antara oknum TNI dan Polri maupun antara oknum TNI dengan TNI yang merupakan sama-sama alat negara yang seharusnya bertugas menjaga pertahanan dan keamanan di seluruh wilayah Indonesia," kata pengamat politik dari Universitas 17 Agustus 45 (Untag), Jakarta, Fernando Ersento Maraden Sitorus.

Menurutnya, bentrok antar oknum anggota TNI dengan oknum anggota Polri atau antar oknum anggota TNI dengan oknum anggota TNI disebabkan dalam seleksi perekrutan kurang ketat khususnya dalam tes psikologi. 

Oleh karena itu perlu dilakukan pembinaan secara berkala terhadap para anggota TNI dan anggota Polri. Bentrokan antara anggota TNI dengan anggota Polri dilakukan oleh oknum-oknum dari dua institusi tersebut yang sangat memalukan dan merusak nama institusi.

Direktur Rumah Politik (RoI) Indonesia ini menuturkan, Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI yang baru saja dilantik sedang diuji kemampuannya untuk mengambil tindakan dan keputusan yang tepat. Bentrokan antara matra ini juga merupakan test kepemimpinan Jenderal Andika yang juga merupakan kandidat Capres pilihan di 2024.

Berdampak Buruk

Sementara itu, pengamat militer dan pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menegaskan, yang pasti bentrokan antar oknum aparat keamanan bisa berdampak buruk bagi kinerja mereka, baik dalam penegakan kedaulatan, penegakan keamanan dan ketertiban masyarakat, maupun penegakan hukum. Oleh karena itu bentrokan di antara mereka harusnya dihindari. 

"Benturan antar kesatuan, baik sesama TNI, sesama Polri maupun antara TNI dengan Polri memang selalu potensial terjadi, apalagi di daerah konflik," ujar Khairul kepada Harian Terbit, Selasa (30/11/2021).

Khairul menyebut, ada beberapa hal yang membuat bentrokan di antara oknum kerap terjadi. Selain karena tingkat stres yang jelas lebih tinggi, juga harus mengakui bahwa para prajurit, baik TNI maupun Polri memang dicetak untuk bermental juara. Oleh karena itu kesalahan dan kekalahan adalah hal yang dianggap sangat memalukan.

"Kemudian harus disoroti juga adanya kesenjangan antara konstruksi realitas digital dengan realitas sosial," jelasnya

Evaluasi

Senator Papua Barat, Filep Wamafma mengatakan, TNI - Polri harus melakukan evaluasi internal terkait “siklus” bentrok TNI-Polri yang kerap terjadi. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa TNI dan Polri seringkali bentrok dalam tugas. Perulangan kejadian ini semestinya ditelaah lebih jauh latar belakangnya. 

"Bukan karena masalahnya sepele, tetapi karena berulang. Lihat saja data berapa banyak konflik TNI-Polri dalam setahun,” ujar Filep di Jakarta, Selasa (30/11/2021).