Terungkap, Peran Farid Okbah dan An Najah di Jamaah Islamiyah
Foto : Ilustrasi (pixabay)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengungkap alasan Desus 88 Antiteror Polri menangkap Farid Okbah, Ketua Partai Dakwah Rakyat Indonesia. 

Direktur Pencegahan BNPT Ahmad Nurwakhid menyebut dalam pemeriksaan diketahui Farid Okbah adalah ideolog Jamaah  Islamiyah (JI) yang juga  mentor ulama di organisasi tersebut.

Ia bertugas mengembangkan transformasi strategi mereka dengan pendekatan tamkin dan takiah. 

"Tamkin itu strategi penguasaan wilayah. Caranya dengan masuk institusi legal di pemerintahan dan masyarakat," ucapnya. 

Menurutnya, dalam Jamaah Islamiyah Farid Okbah mempunyai posisi sebagai dewan syura bersama anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An Najah. Polisi juga telah meringkus An Najah pada hari yang sama saat penangkapan Farid, yaitu pada 16 November 2021.

Ia menyebut Farid Okbah dan An Najah ini berperan sebagai pengelola atau pencari dana untuk mengembangkan Jamaah Islamiyah melalui lembaga sumbangan Baitul Mal Abdurrahman Bin Auf. Keduanya punya posisi sebagai dewan syariah di lembah amal itu. 

"Mereka berdua bertugas mencari pendanaan untuk pengembangan Jamaah Islamiah," katanya. 
(*/yp)