Survei Tiga Pasangan Capres Terkuat, Pengamat: Hal Paling Memungkinkan
Foto :

Jakarta, HanTer - Lembaga survei New Indonesia Research & Consulting memaparkan tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden terkuat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Survei dilakukan pada 11 hingga 20 November 2021.

"Prabowo paling kuat ketika berpasangan dengan Puan Maharani, Ganjar dengan Ridwan Kamil dan Anies Baswedan berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono," kata Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (1/11/2021).

New Indonesia Research & Consulting melakukan simulasi dengan memasangkan tiga capres terkuat yakni Ganjar, Prabowo dan Anies Baswedan. Ketiganya berpasangan dengan enam nama yang memiliki peluang kuat maju sebagai calon wakil presiden.

Keenam nama tersebut yakni Puan Maharani, Ridwan Kamil, Agus Harimurti Yudhoyono, Sandiaga Uno, Erick Thohir dan Airlangga Hartarto. Hasilnya, pasangan Prabowo-Puan mendapat dukungan terbesar 50,3 persen dibandingkan jika berpasangan dengan nama-nama yang lain.

Pasangan kuat lainnya ialah Ganjar-Ridwan Kamil 45,4 persen dan Anies-Agus Harimurti Yudhoyono 34,3 persen. Menurut Andreas, pasangan Prabowo-Puan merepresentasikan poros koalisi dua partai politik besar yaitu PDIP dan Gerindra.

Sedangkan, Anies-AHY berpeluang didukung oleh poros NasDem yang dikomandoi oleh Surya Paloh.

"Kuatnya dukungan publik terhadap Prabowo-Puan dan Anies-AHY memperlihatkan mulai terbangunnya dua poros utama," kata dia.

Sementara itu, pasangan Ganjar-Ridwan Kamil berpeluang didukung oleh partai-partai lain yang belum tergabung dalam kedua poros tersebut. Pasangan lain yang potensial ialah Ganjar-Erick yang memiliki elektabilitas 30,1 persen dan Prabowo-Sandi 21,3 persen.

Pasangan lain dengan Anies relatif lebih tersebar dan angka tidak tahu atau tidak menjawab paling tinggi 10,7 persen. Menariknya, dukungan publik terhadap Airlangga tergolong kecil ketika dipasangkan dengan ketiga nama-nama tersebut.

"Tampaknya berat bagi Golkar untuk memimpin poros politik sendiri," kata Andreas.

Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 11 hingga 20 November 2021 terhadap 1.200 orang yang mewakili seluruh provinsi. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,89 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pasangan Memungkinkan

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, mengatakan bahwa kehadiran sebanyak tiga pasangan calon di Pilpres 2024 merupakan hal yang paling memungkinkan bila melihat peta politik dan aturan pengusungan paslon yang berlaku saat ini. Menurutnya, setiap paslon yang akan berlaga di Pilpres 2024 akan memiliki sekitar 30 hingga 40 persen suara parpol.

"Kalau dari aturan yang ada 20 persen suara DPR dan 25 persen suara nasional kemungkinan di tiga paslon. Satu paslon tidak mungkin hanya mendapatkan 20 persen saja, biasanya di 40 persen," ucap Ujang di Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Dia menerangkan, kehadiran tiga paslon di Pilpres 2024 juga sangat terbuka dengan ketiadaan calon yang berstatus petahana. Menurutnya, kemungkinan Pilpres 2024 hanya akan menghadirkan dua paslon sangat kecil. "Apalagi tidak ada incumbent," tuturnya.

Namun demikian, ia menyatakan, bahwa peta koalisi partai politik (parpol) masih sangat dinamis saat ini. Ujang mengaku belum bisa melihat parpol mana yang akan menjalin koalisi untuk mengusung paslon di Pilpres 2024 mendatang. "Semua masih cair saat ini," tuturnya.