JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron, buka suara. Laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) menunjukkan meningkatnya harga kekayaannya sejak menjabat sebagai pimpinan lembaga anti korupsi tersebut. 

Ia menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan bangka karena adanya pengawasan dan kontrol publik berjalan baik. Ia berharap hal itu bisa menjaga integritas penyelenggara seperti dirinya. 

Ia menyebut aset yang dimilikinya terutama berupa tanah dan bangunan yang dibeli dari lelang negara. Biasanya, terhadap obyek yang sudah lelang ketiga sehingga harga sudah relatif lebih murah. 

"Lalu saya renovasi jadi rumah atau kosan, kadang dijual kembali setelah renovasu atau kadang direnovasi untuk usaha kosan," katanya dalam keterangannya dilaporkan Antara, Kamis (2/12/2021). 

Pemilik tiga kos-kosa dengan 70 kamar di Jember, Jawa Timur, ini menyebut selama masa pandemi Covid-29 pemasukan relatif turun. 

"Tapi dalam laporan LHKPN dilaporkan bukan harga pasar rumah tapi saya laporkan senahai rumah kodan yang nilainya bisa jadi dua kali lipat dari harga beli," sambung Nurul. 

ia juga mengaku memiliki usaha kolam pancing seluas 1 hektare. Di masa pabdemi Covid-19 disebutnya usaha itu bisa bertahan. 

"Sehingga kenaikan LHKPN itu lebih karena penyesuaian harta dari masa perolehab dengan saat sekarang ketika saya melaporkan ke LHKPN," katanya. 

Data di laman LHKPN menuntut toyal krkayaan Nurul Ghufron yang dilaporkan nada 3030 adalah Rp13.489.250.570. Angka ini naik sekitar Rp4,25 miliar karena pada 2019 harta yang dilaporkan adalah Rp9.230.857.661. 

(*/yp)