Bukan Kader Parpol, Duet Anies-RK Sulit Terwujud
Foto :

Jakarta, HanTer - Duet Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) di pemilihan presiden (Pilpres) 2024 dinilai sulit terwujud. Salah satu alasannya, karena kedua tokoh itu bukan kader partai politik.

"Berat dan sulit. Sehebat apa pun tokoh, siapa pun dia, jika tak didukung partai sulit untuk bisa capres atau cawapres," kata Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Dia mengatakan bahwa persyaratan untuk bisa menjadi capres dan cawapres sangat berat. Dia mengingatkan pasangan kandidat pilpres harus didukung partai atau koalisi partai dengan dukungan 20% kursi parlemen atau 25% perolehan suara nasional.

"Jadi, harapan sekelompok atau sebagian rakyat untuk menduetkan Anies dan RK akan sia-sia. Jika partai atau koalisi partai tak ada yang mendukung.

Namun menurutnya, langkah yang realistisnya adalah bisa berkompromi dan berkomunikasi dengan para ketua umum partai. Menurut Ujang, bisa saja ada partai politik yang melirik duet Anies – RK.

Batu Sandungan

Pengamat Politik Hendri Satrio mengatakan Anies dan Ridwan memang memang memiliki peluang besar masuk bursa calon presiden di 2024. Namun, keduanya bukan kader partai politik sehingga akan menjadi batu sandungan untuk mencalonkan diri, apalagi berpasangan.

"Meski mereka dalam hasil survei kinclong, tetap saja kalau enggak dapat tiket parpol ya enggak bisa. Memang undang-undangnya mensyaratkan begitu," kata Hendri, Kamis (2/12/2021).

Ia juga menyoroti persoalan bahwa para pimpinan partai politik tidak akan rela apabila yang maju menjadi calon presiden dan calon wakil presiden adalah kepala daerah. Di samping itu, ia menyodorkan skenario bahwa yang bisa menjadi pasangan calon adalah ketua umum partai dengan kepala daerah.

"Kalau Anies atau Emil ingin maju, mereka harus memastikan dahulu tiket dari parpol dan elektabilitas yang tinggi," pungkasnya.