Tiba di Bandara Soetta, 19 WNA Ditolak Masuk Indonesia
Foto : instagram imigrasi soekarnohatta

JAKARTA - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Soekarno-Hatta menolak masuk 19 warga negara asing (WNA) yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta. 

"TPI Soekarno-Hatta sudah menolak sebanyak 19 orang WNA. Jadi mereka ini ditolak bukan serta merta subject Omicron. Melainkan mereka tidak mematuhi protokol kesehatan, tidak mempunyai PCR atau vaksin dosis lengkap," ujar Kasi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Jongky Ade Situngkir,  Jumat (3/12/2021). 

WNA yang ditolak masuk  Indonesia itu di antaranya enam WN Filipina, empat WN Nigeria dan seorang WNA Uni Emirat Arab. 

Penolakan dilakukan untuk mencegah masuknya varian baru Covid-19 ke Indonesia. "Ada juga berasal dari Amerika Serikat, Australia, Ghana, India, dan Pakistan masing-masing satu orang," sambungnya. 

Disebutkan pula imigrasi juga akan menolak seluruh WNA yang memiliki riwayat bepergian ke 11 negara dalam kurun 14 hari. Negara-negara itu adalah Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini, Lesotho, Afrika Selatan, Botswana, dan Hong Kong.

"Penanganan WNA yang berasal dari 11 negara tersebut kita tolak, tidak ada pengecualian," ujarnya. 

Selain itu, kantor imigrasi juga akan berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta untuk mempercepat pemeriksaan riwayat perjalanan WNA yang baru tiba di Terminal 3 Bandara Soetta. 

"Kita mempunyai layer pertama bagi subject 11 negara. Apabila subject 11 negara ini turun (pesawat), petugas Imigrasi memeriksa apakah yang bersangkutan pernah transit atau pernah tinggal di 11 negara yang tidak diperbolehkan. Bila ditemukan, maka kita langsung mengarahkan untuk langsung berangkat menggunakan airlines yang telah membawa mereka ke negara kita," jelasnya. 

Pemerintah memberlakulan masa karantina bagi pelaku perjalanan internasional, baik WNI maupun WNA, saat kedatangan dilakukan tes ulang RT-PCR dan diwajibkan menjalani karantina selama 10 x 24 jam. 

Selanjutnya, RT-PCR kedua pada hari ke-9 karantina bagi yang melakukan karantina dengan durasi 10 x 24 jam.

Bagi WNI yang tiba dari Afrika Selatan, Botswana dan Hong Kong, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini dan Lesotho, dilakukan RT-PCR saat kedatangan, lalu karantina 14 x 24 jam. Pada hari ke-13 dilakukan RT-PCR kedua.
(*/yp)