Cara Surabaya Siaga Hadapi Potensi Banjir Rob
Foto : Petugas call centre 112 siaga untuk layanan panggilan darurat Kota Surabaya. (instagram bpblinmas.surabaya)

SURABAYA - Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Irvan Widyanto memastikan  Pemkot Surabaya sudah melakukan berbagai antisipasi apabila terkena banjir rob.

Selama ini, Pemkot sudah memasang videotron/WID yang selalu update memberikan informasi terkait tinggi gelombang, kecepatan angin dan cuaca di pesisir pantai. 

“Videotron ini dipasang mulai dari Romokalisari, Sontoh Laut dan juga di Taman Suroboyo,” katanya, Jumat (3/12/2021). 

Ia menyebu warga  pesisir telah dilatih untuk bisa melakukan evakuasi mandiri. Caranya dengan mengikuti jalur evakuasi yang sudah ditentukan menuju assembly point atau titik kumpul yang sudah ditentukan pula.

“Sehingga kita berharap apabila ada tanda-tanda akan terjadi gelombang tinggi air laut yang terdapat di videotron, dengan ketinggian di atas 2,5 meter atau pasang air laut di atas 150 cm dan kecepatan angin di atas 20 knot atau 37 km/jam, maka kita berharap warga bisa melakukan evaluasi mandiri tanpa harus menunggu bantuan,” katanya.

Menurutnya, bila ada update dari BMKG Maritim terkait potensi kenaikan air laut dan tinggi gelombang, maka BPB Linmas akan langsung mendirikan posko siaga di Romokalisari, Sontoh Laut dan Taman Suroboyo. Mereka dibekali peralatan mulai dari perahu karet bermesin, pelampung, ringbuoy, tali, genset, lampu dan beberapa peralatan lainnya.

“Nanti kami akan woro-woro, baik melalui toa yang dipasang di perkampungan nelayan di SIB maupun melalui megaphone dengan keliling kampung nelayan untuk meminta sementara waktu tidak melaut dan tidak mendekati bibir pantai,” katanya. 

Oleh karena itu, Irvan berharap warga Kota Surabaya aware dan siaga terhadap potensi banjir rob ini. Hal itu bisa dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya

Yang paling penting juga, apabila terjadi kedaruratan apapun di Surabaya, silahkan langsung menghubungi Command Center 112 untuk mendapatkan bantuan,” katanya. 

Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob akibat fenomena pasang maksimum air laut.

Diperkirakan banjir rob terjadi mulai 2-7 Desember 2021, sekitar pukul 21.00-24.00 WIB di kawasan pesisir Surabaya dan sekitarnya. 

(*/yp)