2 Kali Suruh NW Aborsi, Bripka RB Terancam Dipecat dari Polri dan Dibui
Foto : Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo dalam keterangan pers kasus tewasnya mahasiswi di Mojokerto. (instagram humaspoldajatim)

MOJOKERTO - Bipda RB diamankan Polda Jawa Timur terkait kematian mahasiswi yang jasadnya ditemukan di samping jasad ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur. 

Petugas yang dinas di Polres Pasuruan itu menjalani pemeriksaan oleh Propam. Ia diketahui menjadi hubungan asmara dengan korban sejak 2019. Bahkan dua kali meminta pacarnya mrnggugurkan kandungan. 

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menyebut aborsi pertama dilamilan pada Maret 2020 saat kandungan berusia mingguan. Aborsi kedua dilakukan pada Agustus 2021 ketika janin terlah berusia 4 bulan. 

Ia menyebut Bripda RB sudah ditahan di Polres Mojokerto. Oknum itu diancam Pasal 7 dan 11 Perkap No. 14/2011 tentang Kode Etik dengan hukuman terberat yakni Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). 

"Selain itu, tersangka juga akan dijerat Pasal 348 KUHP jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu malam (4/12/2021).

Menurutnya, Polri akan menindak tegas oknum RB atas perbuatan melanggar hukum karena dengan sengaja menggugurkan kandungan atau aborsi.
(*/yp)