Polda Metro Jaya Copot Ipda OS Terkait Kasus Penembakan di Exit Tol 
Foto : Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan

Jakarta, HanTer - Polda Metro Jaya akhirnya mencopot Ipda OS dari Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya.

Ipda OS dicopot setelah menembak dua warga di exit Tol intaro, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, pencopotan dilakukan dalam rangka pemeriksaan oleh Direktorat Reserse Kriminan Umum Polda Metro Jaya.

“Ipda OS sudah di nonaktifkan dari sana, dalam rangka pemeriksaan intensif. Kan dilakukan pemeriksaan, artinya dia tidak melakukan tugas seperti biasa,” ujar Zulpan di Jakarta, Minggu (5/12/2021).

Meski Ipda OS telah dicopot, Polda Metro belum menahan lantaran belum berstatus tersangka. Ipda OS saat ini hanya dinonaktifkan dalam rangka penyelidikan oleh Propam dan Ditreskrimum Polda Metro.

“Diperiksa tapi tidak ditahan, itu kan kalau ditahan ada statusnya, setelah statusnya sebagai tersangka. Sekarang secara maraton masih terus diperiksa,“ ungkap Zulpan.

Mengenai status Ipda OS, Zulpan sebut masih berstatus sebagai terperiksa. Propam dan Ditreskrimum Polda Metro masih mendalami kasus sebelum meningkatkan status Ipda OS.

“Statusnya belum ditingkatkan jadi tersangka, masih sebagai terperiksa. penyidikan juga oleh penyidik dari Krimum belum tuntas,” jelas Zulpan.

Propam dan Dotreskrimum Polda Metro masih memeriksa seluruh alat bukti dalam kasus yang menewaskan salah satu korban tembak itu. Propam juga masih menyelidiki soal pelanggaran kode etik yang dilakukan Ipda OS.

“Itu kan melibatkan labfor, jadi Propam belum selesai meriksanya, kalau udah selesai periksanya baru nanti propam menentukan juga dari tingkatan pelanggaran disiplin, SOP penggunaan senjata api apakah yang dia lakukan sudah benar,” tambah Zulpan.