Din Syamsuddin Diterima Syaikh Al-Azhar di Kairo
Foto : Prof Dr Din Syamsuddin, Syaikh Al-Azhar (tengah) dan Dr Rashda Diana Subakir Lc, MA

Jakarta, HanTer—Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin bertemu Grand Shaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad Al-Thayyib. Pertemuan berlangsung di Masyikhah (Kantor Syaikh) di Kampus Universitas Al-Azhar, pada Kamis (2/12/2021).

Pada pertemuan akrab tersebut Din didampingi isterinya Dr. Rashda Diana, Lc, MA yang juga alumni Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar. Syaikh Al-Azhar sempat bercanda dengan menanyakan Dr. Rashda mengapa mau menikah dengan yang bukan alumni Al-Azhar. Rashda menjawab diplomatis bahwa suamiku walau bukan alumni Al-Azhar tapi sangat Azhary (berwawasan Al-Azhar).

Mantan Ketua Dewan Pertimbangan MUI menyampaikan penghargaan kepada Syaikh al-Azhar atas penandatanganan Piagam Persaudaraan Kemanusiaan) Watsiqat al-Ukhuwah al-Insaniyah) antara Syaikh Al-Azhar dan Paus Fransiscus di Abu Dhabi tiga tahun lalu. 

Menurutnya, piagam itu sangat penting dan relevan sebagai solusi terhadap peradaban dunia, kala kemanusiaan tercabik atas egoismen keagamaan, ras, kebangsaan dan kenegaraan, serta bentuk-bentuk ashabiyah lain. 

Persaudaraan kemanusiaan, menurut Din, adalah pesan agama-agama termasuk Islam. Persaudaran Kemanusiaan didasarkan pada prinsip bahwa segenap manusia, apapun ras, bangsa, ataupun agama, adalah sama-sama makhluk ciptaan Sang Pencipta Allah SWT.

Dalam rangka pengarus utamaan Piagam Persaudaraan tersebut Din mengusulkan kepada Syaikh Al-Azhar agar peringatan tahunannya lebih meluas di seluruh dunia dalam bentuk pertemuan atau kerja sama yang bersifat lintas. 

Selain itu Din memberitahu Syaikh Al-Azhar tentang pembentukan Poros Dunia Wasathiyat Islam sebagai usaha pembudayaan kehidupan berislam yg tengahan dan pembentukan umat Islam sebagai Ummatan Wasathan.

Sebelum bertemu Syaikh Al-Azhar, Din juga hadir pada Sidang Munaqasyah Disertasi Dr. KH. Anang Rikza Masyhadi, di Universitas Terusan Suez, Ismailiyah. 

Dr. Anang Rikza Masyhadi yang mendapat Predikat Mumtaz adalah kader Muhammadiyah dan perintis pendirian Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir dan sekarang memimpin Pondok Moderen Tazakka di Bandar, Batang, Jawa Tengah. 

Selain itu, Din dan isteri Dr. Rashda Diana Subakir menyempatkan diri bersilaturahim dengan Keluara Besar Muhammadiyah (PCIM Mesir) di Markaz Dakwah Muhammadiyah Kairo, yang dihadiri ratusan anggota PCIM Mesir yang memenuhi Aula Markaz Dakwah tersebut. 

Saat ini, ada sekitar 500an mahasiswa Muhammadiyah yang menempuh studi di Al-Azhar dan berbagai universitas lain di Mesir. Mereka sudah menyelenggarakan TK Aisyiah Bustanul Athfal, dan pelatihan Silat Tapak Suci yg diikuti tidak hanya oleh Warga Negara Indonesia tapi juga warga negara-negara lain yang ada di Mesir.