JAKARTA - Sebanyak 44 mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berganung dengan institusi Polri sebagai aparat sipil negara (ASN). 

Yudi Purnomo, Ketua Wadah Pegawai KPK , menyebut telah mendapat tugas setelah resmi menjadi ASN Polri. Fokus penugasan pertama adalah mengawasi dana Covid-19.

"Kemudian, saya menjadi ASN Polri karena saya melihat dan mendengar pidato dari Pak Kapolri, bahwa beliau ingin kita, bangsa ini optimis terhadap pemberantasan korupsi sehingga ingin merekrut kami. Sehingga kami akan fokus dalam penugasan-penugasan yaitu pertama mengawasi dana Covid-19," katanya, Selasa (7/12/2021).

Menurutnya, setelah mengawasi dana Covid-19, fokus kerja berikutnya adalah proyek strategis nasional dan dana pemulihan ekonomi nasional. 

"Tentu kami yakin dengan kemampuan yang bergabung Polri, kami siap untuk mengawasi tentu dengan sistem dan tata cara yang mungkin kami akan buat. Tetapi intinya bergabung dengan Polri adalah panggilan kembali dari Indonesia kepada kami setelah kami diberhentikan KPK," katanya. 

Sebanyak 57 mantan pegawai KPK ini tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) dalam alih status menjadi ASN Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit kemudian menawari untuk menjadi ASN Polri. Sebanyak 44 orang di antaranya bersedia untuk bergabung. (*/yp)