JAKARTA - Sebanyak 18 orang tertembak dalam keributan di Desa Tamilou, Kecamatan Amahi, Kabupaten Maluku Tengah. 

Penembakan pada Senin (7/12/2021) itu berawal saat polisi akan menangkap pelaku perusakan tanaman warga Dusun Rohunussa, Negeri Sepa, Kecamatan Amahai, dan pembakaran kantor Tamilouw. 

Namun masaa mengadang polisi. Bahkan melakukan serangan. Polisi kemudian melepas tembakan gas air mata untuk membubarkanh massa. 

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Roem Ohoirat menyebut penangkapan terduga pelaku tindak pidana itu dipimpin langsung oleh Kapres  Maluku Tengah AKBP Rositah Umasugi dan Wakapolres Kompol Leo Tiahahu.

'Sebelum melakukan penangkapan, dilakukan konsolidasi terakhir terkait cara bertindak dan SOP, serta pembagian tugas upaya penangkapan para pelaku tindak pidana tersebut," katanya. 

Setelah penangkapan tiba-tiba terjadi penolakan warga. Bahkan ada yang memukul-mukul tiang listrik hingga memalang jalan untuk menghalangi mobil polisi. Massa pun merusak mobil polisi tersebut. 

"Aggota Polri membubarkan massa dengan menembakan flass ball serta melakukan tembakan ke udara dengan menggunakan peluru hampa dan peluru karet," katanya. 

Masaa juga melempar batu bahkan berupaya merampas senjata api polisi yang bertugas, di antaranya milik Kepala Unit Regident Satuan Lalu Lintas Polres Maluku Tengah Ipda Ak Rahayamtel. Warga juga merampas senjata api milik anggota Brimob Yon B Amahai Bripka Arno tapi gagal. Lalu senjata api milik anggota Brimob Yon B Amahai Brigadir Madin juga sempat dirampas massa tapi juga bisa digagalkan. 

Akibat bentrokan itu, tujuh polisi terluka dan sejunlah warga juga luka-luka. Selain iyi, empat kendaraan polisi juga ringsek. 

"Kami mengamankan lima prlali perusakan tanamam warga," katanya. 
*/yp)