KPK Kembali Periksa Dodi Reza Alex Noerdin Terkait Suap Pengadaan Barang dan Jasa
Foto : Dodi Reza Alex Noerdin

Jakarta, HanTer - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Musi Banyuasin (nonaktif) Dodi Reza Alex Noerdin seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, (7/12/2021). 

Dodi diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan tahun anggaran 2021. Dodi diduga menerima janji Rp 2,6 miliar sebagai imbalan jika perusahaan milik Suhandy menang tender empat proyek di Pemkab Musi Banyuasin. 

Selain Dodi, Kadis PUPR Musi Banyuasin, Herman Mayori menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 7 Desember 2021. Herman diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan tahun anggaran 2021. 

KPK menetapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek infrastruktur di kabupaten tersebut.

Dodi sebelumnya pernah menjadi anggota DPR periode 2009-2014 dari Partai Golkar, dan kembali terpilih masuk ke Senayan lima tahun kemudian dan menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR yang membidangi urusan perdagangan, perindustrian, koperasi, investasi, dan BUMN.

Tahun 2016, Dodi memutuskan mundur dari kursi DPR RI, lantaran karena mencalonkan diri sebagai bupati Musi Banyuasin, jabatan yang sempat disandang sang ayah pada 2001-2008.

Namun dalam perjalanan kariernya ia terjerat dalam kasus ini dimana diduga Dodi  terkait uang Rp 2,6 miliar bersama Direktur PT Selaras Simpati Nusantara Suhandy, agar perusahaan tersebut memenangkan tender empat proyek pekerjaan di Dinas PUPR Musi Banyuasin.

"Sebagai realiasi pemberian komitmen fee oleh SUH (Suhandy) atas dimenangkannya 4 proyek paket pekerjaan di Dinas PUPR tersebut, diduga SUH telah menyerahkan sebagian uang tersebut kepada DRA (Dodi) melalui HM (Herman Mayori, Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin) dan EU (Eddi Umari, Kabid SDA Dinas PUPR Musi Banyuasin," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.