Kasus Suap Pajak, KPK Bakal Hadirkan Lima Orang Saksi
Foto : Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

Jakarta, HanTer - Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menghadirkan lima saksi kasus dugaan suap pengurusan pajak. 

Kasus tersebut telah menjerat mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Angin Prayitno Aji, dan eks Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani.

"Rencana saksi perkara pajak yang panggil di persidangan, diantaranya saksi H Fatoni, Sulthon, Ragil Jumedi, Agung Budi, dan Rianhur," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK, Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Namun Ali belum merinci lebih jauh mengenai kapasitas dan keterkaitan para saksi dalam kasus tersebut. Namun, kelima saksi yang dihadirkan dalam sidang hari ini sudah pernah diperiksa penyidik KPK.

Dalam persidangan kasus tersebut, telah menghadirkan sejumlah pihak yang diduga dibantu Angin dan Dadan dalam pengurusan pajak. Beberapa di antaranya dari PT Bank Pan Indonesia (Panin Bank).

Angin dan Dadan didakwa menerima suap Rp15 miliar dan SGD4 juta (sekitar Rp42,1 miliar) terkait rekayasa penghitungan pajak. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama tim pemeriksa dari Ditjen Pajak, yakni Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, Yulmanizar, dan Febrian.

Para tersangka merekayasa hasil penghitungan pajak PT Gunung Madu Plantations (GMP) untuk tahun pajak 2016. Selain itu, kasus ini terkait PT Panin Bank pada tahun pajak 2016 dan PT Jhonlin Baratama (JB) untuk tahun pajak 2016 dan 2017.

Angin dan Dadan didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.