Persidangan Kasus Suap Pajak Rp57 Miliar Terus Bergulir di Pengadilan Tipikor
Foto : Terdakwa kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Angin Prayitno

Jakarta, HanTer - Kasus suap pajak yang menghebohkan jagad nasional terus bergulir di Pengadilan Tipikor. Terdakwa kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Angin Prayitno membeli 81 bidang lahan menggunakan nama rekannya, Fatoni.

Adapun Fatoni adalah seorang wiraswasta yang sudah mengenal Angin selama 20 tahun.Dia dihadirkan sebagai saksi untuk Angin dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menduga suap yang diterima keduanya mencapai Rp 57 miliar, dimana suap tersebut berasal dari dua orang konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations (GMP) Aulia Imran, Ryan Ahmad, kuasa Bank Panin Indonesia, Veronika Lindawati dan konsultan pajak PT Jhonlin Baratama, Agus Susetyo.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gagal menemukan bukti usai menggeledah kantor PT Jhonlin Baratama di Kabupaten Tanah Bumbu dan sebuah lokasi lainnya di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Jumat (9/4/2021) pekan lalu. Penggeledahan ini terkait kasus dugaan suap terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemkeu).

Terkait dokumen kasus suap pajak itu, disebutkan gagal disita KPK, lantaran diduga dibawa kabur mobil truk. Informasi ini diketahui KPK dari masyarakat yang melihat mobil truk yang diduga membawa kabur dokumen tersebut.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, benar Tim Penyidik KPK pernah mendapatkan informasi dari masyarakat adanya mobil truk di sebuah lokasi di Kecamatan Hampang Kabupaten Kota Baru Kalsel yang diduga menyimpan berbagai dokumen terkait perkara yang sedang dilakukan penyidikan tersebut," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (12/4/2021).

Usai mendapatkan informasi tersebut, lanjut Ali, tim penyidik segera bergegas mendatangi lokasi yang disampaikan masyarakat. Namun, setibanya tim di lokasi itu, truk yang diduga membawa dokumen tersebut sudah berpindah tempat.