KPK Sita Pulau Kelor di Perairan Labuan Bajo
Foto : Pulau Kelor

NTT, HanTer - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita Pulau Kelor di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).  Penyitaan dipimpin langsung Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi.

Menurut Nawawi kegiatan penyitaan tersebut dilakukan, dalam rangka penertiban aset-aset negara. Termasuk, mengoptimalkan peningkatan anggaran pendapatan daerah berupa pajak.

"Sehingga semua aset negara milik BUMN atau BUMD ditertibkan agar tidak dipindahtangankan ke pihak lain dengan modus yang berbeda-beda, kata Nawawi di Pulau Kelor," Selasa (7/12/2021).

Selain itu Nawawi mengungkapkan, penyitaan itu juga untuk menghindari penggelapan pajak dari sejumlah hotel mewah, yang berdiri di pulau tersebut. Total ada 11 hotel mewah yang ditertibkan.

"Hotel itu sebanyak 11 hotel mewah ditertibkan karena tidak membayar pajak mencapai puluhan miliar lebih," bebernya.

Edistasius Endi dalam penyitaan oleh KPK itu mengatakan, tanah tersebut tidak boleh diperjualbelikan. Di sisi lain, dia mengakui pulau tersebut memiliki hak guna bangunan (HGB). Namun, lebih dari 10 tahun pemilik tidak memanfaatkan HGB tersebut.

"Pulau ini memiliki HGB tetapi karena lebih dari 10 tahun tidak membangun, negara merasa tanah di Pulau Kelor ini terlantar negara ambil alih, melalui KPK," ujar Edistasius Endi.

Sebelumya kabar menghebohkan menyebar, dimana Pulau Kelor, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur dijual Rp100 juta di situs jual beli online, OLX.

Postingan Pulau Kelor dijual itu pertama kali diunggah Thymoty R White. Melalui postingan itu, penjual mengklaim telah mengantongi sertifikat hak guna bangun (HGU) atas lahan, memiliki sertifikat dengan luas tanah 46 ribu meter persegi dan telah mengantongi izin untuk mendirikan vila dan resort.

Namun postingan tersebut sudah lenyap dari situs jual beli online per Jumat pagi (3/12/2021).