Dugaan Kasus Investasi Capai Perjanjian Hingga Rp216 Triliun
Foto : Pengacara senior C. Suhadi

Jakarta, HanTer - Pengacara senior C. Suhadi mengatakan, konsisten dalam membela kebenaran demi tegaknya keadilan, sebagaimana komitmennya terhadap Sabari yang merupakan kliennya dan partner bisnis dari DP yang menjanjikan akan berinvestasi di bisnisnya.

"Awalnya pada tahun 2019, Klien kami dengan DP membahas masalah jenis usaha tambang Batu Andesite miliknya, yang lokasinya berada di Gempol, Cirebon," ujar Suhadi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Dijelaskannya dalam pembahasan itu, DP menawarkan investasi kepada Sabari dalam bentuk modal kerja, sebesar Rp51 miliar, dan jujur klien kami tertarik dengan kerja sama itu.

"Kemudian dengan iming-iming modal kerja, Klien kami diminta untuk mengeluarkan dana yang harus di setor ke DP, katanya untuk memperlancar pencairan uang. Sehingga dimulai 14 Oktober 2019 sampai dengan 14 Januari 2020, Klien kami terus mengeluarkan biaya untuk dapat cairnya dana tersebut," beber Suhadi.

Tak lama berselang, sebelum uang investasi Rp51 miliar  cair, DP menyampaikan kembali jumlah Investasi sebesar Rp216 triliun. Adapun uangnya sudah di parkir di Bank Indonesia dan dicairkan melalui Bank Woori Saudara KCP Central Park. Namun untuk mencairkan dana itu Klien diminta harus keluar uang untuk pengawalan pencairan.

Pada sekitar bulan Januari 2020, lanjut Suhadi, kliennya diminta harus buka rekening di Bank Woori Saudara KCP Central Park, atas nama PT. Tractus Multi Services/ PT. Klien kami.

"Namun aneh bin ajaib setelah buka rek, uang sejumlah Rp 216 triliun tercetak di buku rekening PT milik klien kami.
Selanjutnya dari dana yang sudah tercetak di Bank Woori Saudara KCP Central Park atas nama Rek PT. Tractus Multi Services, Klien kami pernah di hubungi oleh Bapak ER yang mengaku Deputi BI," papar Suhadi.

Pada sekitar bulan Januari 2020, ungkap Suhadi kliennya disertakan dalam rapat besar dalam rangka pengamanan pencairan sebagian dana dari Rp216 triliun yang dihadiri beberapa orang berseragam salah satu matra di TNI.

Namun setelah itu dana yang dijanjikan akan cair baik yang sebagian maupun Rp216 triliun ternyata tak kunjung cair.

Atas peristiwa itu, kata Suhadi ia dan kliennnya telah membuat LP di Polda Metero, LP. No. 2374/IV/YAN2.5/2020/SPKT PMJ, tertanggal, 17 April 2020, lalu Lp dilimpahkan ke Polres Jakarta Timur. Sampai dengan sekarang proses laporan tersebut belum sesuai yang diharapkan. 

"Kami akan mendatangi Polres Jakarta Timur untuk mempertanyakan, apakah kasus ini benar-benar diusut?" pungkas Suhadi.