Direktur SA Institut, Suparji  Dorong Tindak Lanjuti Debat Soal Tambang Batubara
Foto : Pakar hukum pidana Universitas Al-Azhar Suparji Ahmad

Jakarta, HanTer - Direktur Solusi dan Advokasi Institut (SA Institut) meminta pihak terkait menindaklanjuti  perdebatan dalam Rapat Kerja antara Menteri ESDM dgn Komisi VII DPR RI. Sebab, berdasarkan keterangan salah satu anggota dewan, diduga ada 'pemain' ini bisa memproduksi hingga 1 juta dalam satu bulan.

"Ini jumlah yang sangat fantastis. Dugaan ini harus ditindaklanjuti untuk memastikan ada atau tidak  aktifitas pertambangan illegal. Perlu juga didalami kemungkinan penjualan sampai bisa dijual ke luar negeri," kata Pakar hukum pidana Universitas Al-Azhar Suparji Ahmad dalam keterangan persnya, Jumat (14/1/2022).

Pada dasarnya tidak boleh terjadi penyimpangan dalam tambang batu bara . Untuk itu, pengawasan tambang batu bara harus ditingkatkan  sehingga tidak ada  pihak tertentu mengeruk keuntungan dengan cara melawan hukum.

"Selain itu, jangan sampai justeru ada pihak pihak lain  yang ikut 'mengamankan' orang tersebut sehingga perbuatannya berjalan mulus dan tidak tersentuh hukum. Maka penyimpangan ini harus diusut tuntas," ulasnya. 

"Nantinya, apabila terungkap ada oknum yang terlibat, maka harus ditindak tegas. Copot dari jabatan, lalu pidanakan. Karena aktifitas tersebut tidak sesuai ketentuan hukum dan juga dapat  merusak insfrastruktur di sana," sambung Suparji.

Selain di Kalimantan, SA Institut juga mendorong pengawasan tambang di wilayah lain. Jangan-jangan, banyak wilayah tambang yang mengalami hal serupa. Terjadi pencurian tambang dalam jumlah besar, namun tidak ada pertanggungjawaban pidana.

"Kementrian ESDM, Polri serta Pemda harus bergerak cepat dan kolaboratif untuk mengungkap hal ini," pungkasnya.