OC Kaligis,
Foto :

Jakarta, HanTer -  Semua Advokat yang tergabung dalam Kantor Pengacara OC Kaligis dan Associates mengajukan permohonan pembebasan OC Kaligis kepada Kepala Lapas Sukamiskin Bandung. 

Dalam surat dengan Nomor:16/OCK/I/2022, tertanggal 7 Januari 2022, menyatakan Advokat senior itu layak untuk mendapat remisi dan dibebaskan.

Tak hanya para Advokat yang masih aktif, sederet nama besar yang pernah menimba ilmu dan para sahabat OC Kaligis juga mendukung agar pengacara kelahiran Makassar itu dibebaskan. 

Di antaranya eks Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Amir Syamsuddin, eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva. Kemudian Guru Besar Hukum Internasional di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana, mantan Hakim Agung Djohansyah dan Arbijoto.

Selanjutnya ada Ketua Umum DPN Perasi SAI Juniver Girsang, Maman, Dea Tunggaesti, Anis Rifai, Mulyadi, Farida Sulistyani, Haghia Sophia Lubis, Bharata Ramadhan, dan semua pengacara yang pernah mendapatkan beasiswa dari OC Kaligis.

Dalam surat permohonan yang ditandatangani oleh Desyana, Anny Andriani, Yuliana dan Fernandes Ratu ini menyatakan untuk permohonan remisi dan hak-hak lainnya sebagaimana diatur dalam UU Pemasyarakatan. Sama sekali tidak diperlukan campur tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Otoritas penuh, berada hanya di tangan Menkumham, permohonannya melalui Kalapas.

Dengan ini saya DR. Hamdan Zoelva, SH., MH., sebagai salah seorang yang pernah menimba ilmu dan bergabung di Kantor OC Kaligis and Associates, mendukung permohonan pembebebasan Prof.DR Otto Cornelis Kaligis, SH, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung, dengan pertimbangan bahwa Prof.DR Otto Cornelis Kaligis, SH, telah menjalani masa hukuman di Lapas selama 5/6 tahun, umur telah lebih dari 80 tahun serta sangat dibutuhkan para pegawai dan pengacara di kantornya serta muridnya yang memerlukan bimbingan dan pelajaran dari beliau, sehingga baik menurut hukum maupun kemanusiaan, memenuhi syarat untuk mendapat pembebasan,” tulis Hamdan Zoelva.