Ubed Nama Guru Yang Dicari Setelah Laporkan 2 Anak Jokowi ke KPK
Foto : foto ubed (instagram)

Ubedillah Badrun sedang dicari namanya dan jadi pembicaraan masyarakat. Kali ini bukan karena statusnya sebagai dosen di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) atau sebagai pengamat politik yang sering muncul di media. Nama Ubed (begitu dia biasa dipanggil) banyak  dicari karena banyak yang ingin tahu mengenai kenekatannya melaporkan dua anak Presiden Joko Wododo Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan yang dilayangkan dosen kelahiran 15 Maret 1972 di Desan Sendang, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu ini tidak main-main karena menyangkut soal kejahatan luar biasa atau dugaan tindak pndana pencucian uang (TPPU). Apa yang dilakukan Ubedillah ini karuan saja memicu kegaduhan, diskusi dan perdebatan. Bahkan sejumlah pendukung Jokowi mulai memasang barikade dan melaporkan balik Ubed yang berani-beraninya mengusik keluarga presiden.

Banyak yang menganggap hanya orang-orang tidak ingin tidur nyenyak saja yang berani mengusik keluarga presiden. Tetapi aktivis 98 yang membidani lahirnya Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ) ini ternyata berani. FKSMJ menjadi salah satu oragnisasi yang memiliki andil dalam pergerakan reformasi 1998.

Ubedillah Badrun menyeleseikan pendidikan sarjananya (S1) di FPIPS IKIP Jakarta (Universitas Negeri Jakarat/UNJ). Semasa kuliah pernah terpilih sebagai mahasiswa berprestasi utama (I) IKIP Jakarta 1995 dan memperoleh penghargaan mahasiswa berprestasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ubedillah juga terpilih sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa IKIP Jakarta. Ia juga pernah menjabat Ketua HMI Cabang Jakarta 1997-1998.

Selain di IKIP Jakarta Ubedillah juga pernah mengikuti pendidikan di STF Driyarkara Jakarta (1995-1997). Tahun 2003 Ubedillah Badrun menyelesaikan S2 Ilmu Politik dai FISIP UI. 

Aktifitas lain Ubed aktif di beberapa kegiatan yang terkait dengan Jepang seperti Japan Education Forum (JEF II 2006 dan Japan Education orum (JEF III). Ia juga penah menjadi leader di Yoron Adventure School yang adiadakan Youth Association of Japan pada 2005 serta Indonesia and Togo  Homestay of Frienship, yaitu Program of International Exchange 2006 yang diadakan Togo Town International Association Jepang 2006. Kedekatannya dengan Jepang ini karea Ubaidillah pernah menjadi vice principal di Tokyo School (SRIT) hingga 2006.

Dari aktifitasnya ketika menjadi aktivis Ubedillah pernah ditangkap saat memimpin demonatrasi menuntut Harmoko diadili dan Golkar dibubarkan 1995. Begitu juga saat memimpin demonstrasi menolah Soeharto menjadi Presiden pada 26 Desember 1997.

Banyak sejawatnya aktivis 1998 yang terjun ke partai politik, pimpinan partai dan kini duduk sebagai anggota DPR, tetapi Ubedilah memilih menjadi guru. Selain itu tentu saja suami dari Hartini Nara ini adalah ayah dari Qurrota A'yun Nisa (Almh), Sana Shabira Turfa dan Hanna Aisha Adibah ini menjadi kepala keluarga yang hangat dan perhatian kepada keluarganya.(us)