Rizal Ramli: Laporan Ubedilah ke KPK Bikin Indonesia Bersih dari KKN, UNJ Wajib Bangga
Foto : Tokoh nasional Rizal Ramli

Jakarta, HanTer - Laporan Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun terhadap Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK mendapatkan perhatian sejumlah tokoh di Tanah Air.

Laporan bermula ketika PT SM menjadi tersangka atas pembakaran hutan pada tahun 2015 dan dituntut oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebesar Rp7,9 triliun.

Namun, Ubedilah melihat dalam perkembangannya pada Februari 2019, Mahkamah Agung (MA) hanya mengabulkan tuntutan sebesar Rp 78 miliar.

Saat itu, dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) diduga memiliki perusahaan dan bergabung dengan PT SM.

Ekonom Senior, Rizal Ramli alias RR lantas membuka suaranya terkait laporan yang terbilang berani itu.

Menurut RR, sangat wajar bila seluruh bagian dari UNJ bangga dengan Ubedilah yang berani melaporkan dua anak presiden ke KPK.

“Sangat wajar jika mahasiswa, civitas akademik dan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bangga dgn dosennya Ubaidillah Badrun,” ujarnya melalui akun Twitter pribadi @RamliRizal dilansir Galamedia Sabtu, 15 Januari 2022.

Kata RR, Ubedilah memiliki integritas moral, akademik, dan historis yang membuat Indonesia bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

“yg memiliki integritas moral, akademik dan historis untuk membuat Indonesia bersih KKN. Itu bagian dari Tri Darma PT @UNJ_Official,” tandasnya.

Sementara itu, Ubedilah sempat membeberkan alasannya yang berani melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK.

Menurut keterangannya, Ubedilah mengaku memegang prinsip dan mengikuti ajaran Rasulullah Shalallaahu Alaihi Wassalaam, di mana disebutkan, sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi banyak manusia lain.

“Jadi apa yang membuat saya masuk ke ranah ini, dulu saya diajarkan oleh orang tua, satu prinsip penting bahwa ikuti sabda Rasulullah, saya seorang muslim yang pernah belajar agama Islam, pernah mengatakan ‘khoirunnas anfauhum linnas’ sebaik-baik manusia adalah memberi manfaat untuk orang banyak,” ujarnya di podcast Refly Harun dilansir Rabu, 12 Januari 2022.

Prinsip tersebut membuat hati Ubedilah tergerak ketika melihat terjadinya praktik yang merugikan banyak orang.

“Semangat itu membuat saya gelisah ketika negara makin amburadul, saya gelisah ketika negara korupsi merajalela, dan petinggi (pemerintah) menganggap itu baik-baik saja,” jelasnya.