Lokasi Jatuhnya Lion Dikenal Daerah Angker

Safari
Lokasi Jatuhnya Lion Dikenal Daerah Angker
Penampakan puing-puing pesawat Lion Air JT-610

Karawang, HanTer— Lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, dahulu sempat dikenal sebagai daerah yang angker oleh masyarakat dan nelayan setempat.

"Dulu sekitar tahun 1990-an, titik jatuhnya pesawat itu dikenal angker," kata Dadang (52), seorang nelayan Pakisjaya di Karawang, Selasa.

Titik jatuhnya pesawat itu disebut-sebut angker karena sering menjadi tempat berkumpul ikan-ikan besar seperti ikan hiu tutul dan jenis ikan besar lainnya.

Warga setempat, Warta alias Boros juga menyebutkan kalau dahulu sering terjadi kapal nelayan terbalik di titik jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 itu. "Dari cerita-cerita orang tua dulu, daerah itu memang disebut-sebut angker," katanya.

Tetapi seiring perjalanan waktu, meski dulu daerah itu disebut angker, kini perairan sedalam sekitar 30-35 meter itu menjadi tempat pilihan warga untuk memancing, termasuk menjadi lokasi nelayan untuk mencari ikan. "Kalau angker itu dulu, sekarang sudah banyak warga dan nelayan yang mencari ikan di lokasi itu," katanya.

Sudah Ikhlas

Keluarga Ahmad Mughni, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menjadi korban tragedi pesawat Lion Air JT 610 yang diduga jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat mengadakan tahlilan dan doa bersama.

"Kami mengadakan tahilan dan doa bersama untuk anggota keluarga kami yang tertimpa musibah jatuhnya Lion Air tersebut," kata Suryansyah, adik kandung Ahmad Mughni di Koba, Selasa.

Suryansyah mengatakan, keluarga besarnya menggelar tahlilan selama tujuh hari dan mendoakan korban agar jasadnya segera ditemukan dan dipulangkan ke rumah keluarga.

Suryansyah yang mewakili keluarga besar sudah mengikhlaskan kepergian Ahmad Mughni untuk selamanya setelah mendapat informasi resmi bahwa semua penumpang pesawat dinyatakan tidak ada yang selamat.

"Kami sudah ikhlas, namun masih tetap berharap jasad kakak kandung kami ini cepat ditemukan dan dipulangkan karena pihak keluarga sudah siap menyambut dengan rasa duka cita yang mendalam," katanya.

48 Kantong

Sementara itu, jumlah kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air yang dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, hingga Selasa (30/10/2018) malam,sebanyak 48 kantong.

Selain kantong jenazah, ada tujuh 7 properti yang berisi barang-barang milik para korban.