Satria Muda Pertamina Koleksi Gelar ke-11 IBL Pertamax 2021 Usai Kalahkan Pelita Jaya di Final
Foto : Seleberasi para pemain Satria Muda Pertamina Jakarta

Jakarta, HanTer - Satria Muda Pertamina Jakarta akhirnya meraih gelar juara IBL Pertamax 2011 usai di final laga ketiga sukses menundukkan Pelita Jaya Bakrie dengan skor 68-60, saat berlangsung di Britama Arena, Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (6/6/2021) malam.

Ini menjadi gelar ke-11 bagi tim yang bermarkas di Jakarta Utara itu, sekaligus menjadi kemenangan ketiga Satria Muda Pertamina dari empat pertemuannya dengan Pelita Jaya Bakrie sepanjang musim IBL Pertamax 2021 ini.

Pada pertandingan pertama yang berlangsung di Robinson Cisarua, 23 Maret lalu, Satria Muda menang dengan skor 76-54 di fase penyisihan grup meski berbeda Divisi.

Dalam perjalanannya, keduanya tampil sebagai juara di Divisinya masing-masing, sehingga mereka secara otomatis berhak untuk berlaga di empat besar.

Satria Muda juara Divisi Putih dengan mengantongi nilai 30 dari 16 laga dan merasakan dua kali kekalahan, masing-masing dari Prawira Bandung dengan skor 72-73 di laga pertamanya musim ini pada 11 Maret lalu dan kalah dari Louvre Dewa United Surabaya dengan skor 64-68 pada 20 Maret lalu.

Sedangkan Pelita Jaya Bakrie juara Divisi Merah dengan mengoleksi total 31 poin dari 16 laga yang hanya sekali menelan kekalahan, yakni dari Satria Muda.

Juan Laurent Kokodiputra tampil sebagai pemain terproduktif dalam pengumpulan angka bagi Satria Muda. Memiliki waktu bermain 27 menit dan 56 detik, pemain bernomor punggung 0 itu menyumbangkan 18 angka dan tujuh rebound, di mana 12 poin diantaranya dibukukan melalui tembakan tiga angka dari sembilan kali percobaannya.

Di kubu Pelita Jaya, Agassi Yeshe Goantara menjadi pemain tersubur dengan 18 poin dan enam rebound-nya, disusul rekan satu timnya Vincent Rivaldi Kosasih yang mencetak double-double, yakni 15 poin dan 13 rebound.

Total 21 laga yang dimainkan Satria Muda pada musim IBL Pertamax 2021 ini, mereka meraih 18 kemenangan dan tiga kekalahan. Dari rentetan laganya tersebut, anak asuh Milos Pejic itu berhasil mengumpulkan 1518 poin dan 1191 kemasukan oleh lawan.
 
Sejatinya, Pelita Jaya Bakrie bukanlah lawan yang enteng bagi Satria Muda, meski pada musim ini mereka mampu memenangkan tiga pertandingan. Pasalnya, tim asuhan Ocky Tamtelahitu tersebut teramat perkasa bagi tim-tim lainnya, di mana hanya mampu dikalahkan oleh Satria Muda.

Dari total 21 laga yang dilakoni Pelita Jaya Bakrie sepanjang musim ini, mereka menorehkan 1666 poin ke ring lawan dan kemasukan 1379 angka. Sudah pantas kalau pelatih Satria Muda Pertamina Milos Pejic menyebut Pelita Jaya itu adalah lawan yang tangguh.

"Pelita Jaya adalah tim yang bagus dan tangguh dalam kompetisi ini. Itu terlihat dari pertandingan final yang selalu berjalan dengan ketat, bahkan di regular session mereka tak terkalahkan di Divisinya," ucap Milos Pejic usai laga yang berhasil mengukir gelar pertamanya bersama Satria Muda.

Kapten tim Arki Dikania Wisnu yang pada malam tadi menggenggam gelar keempatnya bersama Satria Muda Pertamina, mengatakan bahwa menjalani musim ini amatlah berat lantaran bermain di tengah pandemi Covid-19.

"Juara kali ini memang unik, gara-gara pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita menjalani karantina, bermain dalam lingkungan bubble, jauh dari keluarga. Kondisi itu tentu mempengaruhi mental kita, ada rasa jenuh, tapi saya rasa itu semua sudah terbayarkan dengan gelar yang kita raih ini," ucap Arki.

Sementara itu ucapan selamat yang dialamatkan kepada Satria Muda Pertamina, muncul dari pelatih Pelita Jaya, Ocky Tamtelahitu. Dalam konferensi pers secara virtual ia mengatakan bahwa tim lawan bagus penyelesaian akhir.

"Mereka bagus dalam mengeksekusi, sedangkan kita pada pertandingan malam ini eksekusinya jelek, banyak melakukan turnover, rebound berantakan sehingga kita harus mengakui kekurangan kita dan kami mengucapkan selamat kepada Satria Muda," ucap pelatih Ocky.

Disisi lain, point guard Satria Muda Pertamina, Hardianus Lakudu dinobatkan sebagai MVP Final. Pada laga ketiga final, ia menorehkan 10 angka, sedangkan dilaga pertama dan kedua final, masing-masing membukukan 11 dan 15 angka.

Putra Sangatta Kalimantan Timur itu menyebut jika piala ini adalah untuk semuanya. "Saya terima kasih buat teman-teman semua. Saya tau, jika saya hanya yang passing buat kalian, sehingga trophy ini buat kalian bukan buat saya," ungkap Hardianus Lakudu, yang disambut sorak-sorai rekan setimnya.

IBL Pertamax Musim 2021 ini merupakan musim yang lain dari sebelumnya, lantaran digelar di masa pandemi Covid-19. Kesuksesan ajang ini sekaligus membuktikan jika bangsa Indonesia bisa menyelenggarakan sebuah kompetisi tingkat nasional maupun internasional dengan aman.