Juragan99 Berencana Akuisisi Arema Indonesia
Foto : Gilang Widya Pramana (ist)

Malang, HanTer - Kehadiran sosok Juragan99 alias Gilang Widya Pramana sebagai Presiden klub Arema FC berdampak sehatnya kondisi finansial kesebelasan meski berada pada masa pandemi Covid-19. Namun rupanya, hal tersebut masih belum membuat Gilang bisa tersenyum lepas.

Pasalnya masih ada satu permasalahan yang cukup kompleks dialami Aremania, pendukung kesebelasan asal Malang itu. Dimana, perpecahan masih menyelimuti klub dengan adanya dualisme antara kepengurusan Arema FC di Liga 1 dan Arema Indonesia yang kini berlaga di Liga 3.

Melihat hal tersebut, Gilang menegaskan dirinya akan serius menyelesaikan isu dualisme kepengurusan klub berlogo kepala singa itu, yang beberapa tahun terakhir ini menjadi polemik di kalangan Aremania. 

Langkah kongkrit yang ditawarkan Gilang sebagai presiden klub yang baru adalah menggabungkan dua aktivitas pengelolaan klub sepak bola itu menjadi satu, yakni dengan cara membeli Arema Indonesia yang kini bermain di Liga 3 Regional Jatim.

"Kami sangat membuka diri dan mengajak bersama agar Arema Indonesia menjadi kesatuan besar klub yang dibanggakan Aremania. Pemikiran kami, langkah ini yang bisa ditempuh untuk menyelamatkan Arema dari dualisme seperti yang diinginkan Aremania," kata Gilang di Malang, Jawa Timur, Kamis (17/6/2021).

Setelah diakuisisi dengan membeli saham Arema Indonesia, hal tersebut akan mempermudah manajemen yang dipimpinnya dalam berkoordinasi dengan banyak pihak yang menjadi pemangku kepentingan Arema, termasuk Yayasan Arema. "Ini itikad baik dan jalan kami yang terasa paling tepat untuk menyatukan Arema dengan cara menjadi satu pengelolaan," kata Gilang.

Arema Indonesia akan dijadikan bagian penting sebagai klub yang mencetak pemain-pemain muda Arema. "Kompetisi Liga 3 menjadi area menambah jam terbang bagi pemain muda dalam meniti karier di sepak bola. Apalagi, ada momentum mendekati kompetisi Liga 3 yang akan segera digelar," ujarnya.

Gilang mengaku inisiatif tersebut murni datang dari dirinya karena ia melihat Aremania sangat mengharapkan adanya langkah kongkrit yang dilakukan agar masalah dualisme itu segera usai. Oleh karena itu, Gilang pun mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan penggabungan dua Arema.