Ini Faktor Ronaldo Gusur Schick Raih Sepatu Emas
Foto : Cristiano Ronaldo

London, HanTer - Cristiano Ronaldo nampaknya bisa sedikit tersenyum meski gagal mengantarkan Portugal mempertahankan gelar di Piala Eropa 2020. Setidaknya ada sebuah hiburan yang didapat pemain berjuluk CR7 itu. Ya, ia akhirnya dinobatkan sebagai peraih sepatu emas usai menjadi pencetak gol terbanyak.

Sebelumnya banyak perdebatan mengapa Ronaldo dianggap layak meraih penghargaan individu berupa trofi golden boot di ajang Piala Eropa 2020. Padahal, ia mempunyai jumlah gol yang sama dengan striker Republik Ceko, Patrik Schick, yakni sama-sama mencetak lima gol.

Akan tetapi, UEFA dan sponsor Alipay lebih memilih Ronaldo ketimbang Schick untuk dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak pada Piala Eropa kali ini. Ada alasan khusus mengapa hal itu diputuskan demikian. Tak lain lantaran Ronaldo dianggap lebih produktif dibanding pesaingnya.

Pemain milik Juventus itu memang mengoleksi gol yang sama dengan Schick. Akan tetapi Ronaldo dinobatkan sebagai pemenang lantaran mempunyai keunggulan lain, yaitu memberikan satu assists bagi Portugal. Sedangkan Schick hanya murni mencetak gol saja.

Ronaldo memulai turnamen Piala Eropa dengan mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 atas Hongaria, sebelum ia mencetak gol pertama dalam kekalahan 4-2 dari Jerman dan menambahkan dua gol dalam hasil imbang 2-2 dengan Prancis pada pekan terakhir penyisihan Grup F.

Kapten Portugal, yang telah mencetak 109 gol untuk Selecao, memenangkan penghargaan berkat assistnya melawan Jerman dan karena ia bermain lebih sedikit daripada Schick. Ronaldo hanya bermain dalam empat pertandingan di Piala Eropa.

Daftar pencetak gol terbanyak Piala Eropa 2020:
1 – Cristiano Ronaldo (Portugal) – 5 gol, 1 assist, 360 menit)
2 – Patrik Schick (Republik Ceko) – 5 gol, 0 assist, 404 menit)
3 – Karim Benzema (Prancis) – 4 gol, 0 assist, 349 menit)

Pemenang Sepatu Emas Lima Edisi Sebelumnya:
2016: Antoine Griezmann (Prancis) – 6 gol
2012: Fernando Torres (Spanyol) – 3 gol
2008: David Villa (Spanyol) – 4 gol
2004: Milan Baros (Republik Ceko) – 5 gol
2000: Patrick Kluivert (Belanda) dan Savo Milosevic (Yugoslavia) – 5 gol