PB PABSI Bicarakan Peluang Lifter Nurul Akmal di Tokyo 2020
Foto : Nurul Akmal saat berlaga di Asian Games 2018 (ist)

Jakarta, HanTer - Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) melalui Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres), Hadi Wihardja turut memberikan pandangan ihwal peluang Nurul Akmal yang akan bertanding Senin (2/8/2021).

Menurutnya, Nurul Akmal mempunyai peluang untuk menggoreskan sejarah baru saat bertanding di cabang olahraga angkat besi kelas +87kg. Namun, PB PABSI, jelas Hadi, tak ingin membebaninya target muluk. 

Sebaliknya, Nurul Akmal diminta tetap bersikap tenang untuk memberikan kejutan di kelas tersebut. Apalagi, ni menjadi perlombaan pertama dari lifter asal Aceh di pentas Olimpiade. Terpenting, lanjut Hadi, pihaknya berharap Nurul mampu tembus lima besar.

"Nurul Akmal Mengejar the Big five kelas Super Heavy Women Angkat Besi OG Tokyo. Nurul Akmal 27 tahun, menjadi lifter Putri pertama Indonesia yang tampil di Olimpiade pada kelas ini (+87kg) yang artinya bertanding dengan semua lawan yang berat badannya diatas 87kg," ujar dia.  

"Penampilan perdana yang akan menjadi catatan sejarah angkat Besi Indonesia. Nurul memiliki rekam jejak snatch 116 kg pada Asian Games 2018 serta clean Jerk 150 kg Kejuaraan Dunia 2019 di Pataya Thailand."

"Sehingga modal terbaik Total 266 adalah target Nurul yang harus diciptakan kembali agar mendapat posisi yang mumpuni diantara kelas super women ini. Dengan memulai step by step di setiap Angkatan snatch maupun Clean Jerk, serta mencermati lawan semoga hasil ini dapat tercapai," jelas Hadi menambahkan.

Sebagaimana diketahui di kelas ini Nurul Akmal akan bersaing dengan sederet lifter terbaik dunia. Diantaranya Li WenWen (China) yang acap mendominasi gelar juara di kelas ini sejak April 2019 dan menempati ranking satu dinia dengan bobot tubuh sekitar 150 kg.

Selain itu juga akan ada pesaing lain yang siap menjegal Nurul Akmal, seperti Emily Jade dari Inggris, Charisma (Australia), Fischer Sarah (Austria), Veronica Estela (Dominika), Lee Seon Mi (Korea), Hubbard Laurel (Selandia Baru), Robles Sarah (Amerika Serikat) dan Juanita dari Tonga.

"Melihat data tersebut, dengan pengaturan strategi tim pelatih yang baik, semoga Nurul dapat mengatasi. Sehingga the Big Five dapat tercapai. Namun seperti biasa, saat pertandingan bisa terjadi sesuatu yang spektakuler, atau kejadian yg diluar prediksi," ujarnya.