Jerih Icuk Sugiarto Dibalik Kesuksesan Apriyani Rahayu di Tokyo
Foto : Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Jakarta, HanTer - Siapa yang tak kenal Icuk Sugiarto. Ia merupakan salah satu legenda bulutangkis Indonesia yang acap mengharumkan nama bangsa di pentas dunia pada era 1980-an.

Setelah melewati segudang pengalaman dan prestasi, Icuk akhirnya memutuskan untuk gantung raket pada 1989. Tetapi sang Juara Dunia tahun 1983 ini seakan tak mau melupakan bidang yang telah membesarkan namanya. 

Merasa memiliki tanggung jawab untuk memajukan dunia bulutangkis dalam negeri agar tak pernah kalah dengan negara lain, Icuk pun terus meluangkan waktu meski lebih dominan berada di balik layar.

Dari balik layar itulah, ada sebuah kisah yang menjadi kebanggaan tersendiri dari seorang Icuk, terutama saat menyaksikan kejuaraan olahraga terbesar empat tahunan sejagat bertajuk Olimpiade Tokyo 2020.

Memang, tidak ada peran khusus, terutama sebagai tim teknis dalam peranan Icuk di Tokyo 2020. Namun, sebuah kebanggaan lahir dari lubuk hatinya, ketika salah satu anak didiknya sukses mempersembahkan emas bagi Indonesia.

Ya, pasangan putri bulutangkis Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil menggoreskan tinta sejarah dengan menyabet emas di nomor tersebut. Bahkan ini menjadi satu-satunya emas yang berhasil dibawa pulang kontingen Merah Putih.

Namun siapa sangka, ada jerih seorang Icuk dari kesuksesan tersebut. Dimana, Apriyani Rahayu merupakan mantan anak didiknya. Pria yang kini mempunyai training camp bernama ISTC di Sukabumi itu menutur singkat tentang sosok Apriyani.

Berasal dari Konawe, Sulawesi Tenggara, Apriyani yang berasal dari keluarga kurang mampu, coba mengadu nasib untuk mengasah potensinya dari pebulutangkis amatir menjadi profesional.

Ia pun bertolak ke Jakarta, ditemani dengan seseorang bernama Yuslan Kisra yang saat itu berstatus sebagai wartawan dan kini menjadi ASN di Kemenpora. Pada 2013, Yuslan-lah yang menitipkan Apriyani kepada Icuk. 

"Sebenarnya kalau bukan karena bang Yuslan, tidak ada Apriyani saat ini. Makanya Alhamdulillah, karena orang yang berjasa ya bang Yuslan," kata Icuk saat berbincang melalui sambungan telepon, Senin (2/8/2021).

Setelah itu, penempaan dimulai. Icuk tak segan untuk memberikan beragam porsi latihan terhadap Apriyani. Fisik, teknik maupun mental acap diberikan sang legenda guna mendongkrak potensi besar dari dalam diri Apriyani. 

"Saya senang dari awal, apalagi dia sendiri dari keluarga kurang mampu. Makanya setiap berlatih selalu saya tekankan dengan didikan yang agak keras. Dan kebetulan dia tinggal di rumah saya, jadi gampang untuk diawasi," ucapnya.

Empat tahun dilalui, Apriyani dan Icuk pun berpisah. Namun, sang legenda tidak melepasnya begitu saja. Ia menitipkan Apriyani ke sebuah klub ternama agar potensi besarnya bisa terus terasah dengan baik. 

"Dia bersama saya (di Pelita Bakrie -red) sampai 2017-an, baru saya lepas dan saya serahkan ke klub (PB Jaya Raya -red) agar karirnya tetap terjaga dan berkembang." 

Alhasil, tempaan khusus yang diberikan Icuk berbuah manis tahun ini. Kendati demikian, ayah dari Tommy Sugiarto itu meminta kepada Apriyani agar tak jemawa meski telah meniti sukses menggenggam emas Olimpiade 2020.

Pesan tersebut acap dilontarkannya sejak pertama kali mendidik Apriyani. Apalagi perjalanan sang atlet di dunia perbulutangkisan masih cukup panjang, menyusul usianya yang masih muda, yakni 23 tahun. 

"Saya mengimbau untuk mempertahankan prestasi yang sudah diraih. Jangan berubah. Harus lebih humble (rendah hati -red) supaya prestasinya bisa terjaga terus, bisa lebih baik dari sekarang." 

"Yang penting jangan lupa diri. Karena diatas langit masih ada langit. Saya juga berpesan agar dia bisa menjadi inspirasi buat anak-anak muda yang lain, terutama dari luar pulau Jawa, bahwa tidak ada yang tidak bisa. Itulah yang selalu saya sampaikan sama dia sejak pemula."

"Sukses itu milik semua orang. Hanya orang-orang yang berani mencoba yang akan berhasil. Dan hari ini dia sudah membuktikan," pungkas Icuk mengakhiri.