Melalui PON, Mimika Siapkan Destinasi Wisata Berkelanjutan
Foto : Jumpa pers Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpra), Mimika yang berhubungan dengan PON

Mimika, HanTer - Melalui ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Mimika akan mempromosikan destinasi wisata seperti ekowisata yang mendukung pariwisata berkelanjutan, salah satunya Hutan Mangrove Pomako, di Distrik Mimika Timur, Papua yang bisa dikunjungan wisatawan dan seluruh kontingen PON Papua.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpra), Daniel Orun dalam jumpa pers di Media Center Kominfo PON Papua Klaster Mimika, di Hotel Grand Mozza, Jumat (24/9/2021).

“Lokasi wisata ini sudah ada sejak 2017 lalu, dalam rangka melaksanakan program pemerintah daerah untuk ekowisata dan menjaga lingkungan dengan muaranya demi kesejahteraan masyarakat juga,” kata Daniel Orun.
 
Ia juga mengungkapkan, panjang tracking yang dimiliki ekowisata ini sudah sejauh 1 kilometer lebih dan akan terus diperpanjang, bahkan dirinya mengklaim jika di tempat tersebut, pengunjung selain bisa menikmati semilir sejuk hutan mangrove, juga disuguhkan meriahnya kicauan burung-burung asli Papua.
 
Orun juga menyebut salah satu destinasi yang sangat terkenal di dunia ada di Mimika yakni Puncak Carstensz. Bagaimana tidak istimewa, inilah salah satu gunung di dunia di garis khatulistiwa (ekuator) yang puncaknya tertutup salju, inilah daya tarik yang banyak membetot wisatawan dunia ke Mimika. Puncak Carstensz terletak di area Taman Nasional Lorentz.
 
“Wisata sejarah kami juga ada, yakni Keakwa, berada di Distrik Mimika Tengah, pernah menjadi basis pertahanan Jepang saat diserang sekutu sewaktu Perang Dunia II, kita masih bisa menemukan puing-puing barang-barang peninggalan sejarah Jepang dan Amerika Serikat terutama mesin-mesin perangnya, ada mortir, tank, meriam, peluru dan pesawat tempur,” ungkapnya.
 
Terkait penyelenggaran PON Papua Klaster Mimika ini, Daniel menuturkan pihaknya terus mengupayakan bagaimana masyarakat Kota Timika terutama dan seluruh Kabupaten Mimika bisa berpartisipasi memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh tamu PON Papua yang hadir. Sehingga bisa mengundang tamu-tamu ini untuk berwisata kembali ke Mimika.
 
“Kami sudah bekerja sama dengan sejumlah pihak termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi masyarakat (Ormas) yang konsen akan pentingnya kebersihan, apalagi di lokasi wisata, salah satunya KAMGAS ini,” pungkas Daniel.
 
Sementara itu Penasehat Kelompok Anak Muda Gerakan Anti Sampah (KAMGAS), Hendrik Werimon dalam kesempatan yang sama menuturkan pentingnya semua pihak bekerja sama dan berkomitmen dalam pengelolaan sampah di Mimika.
 
“Terkait PON Papua di Mimika ini, KAMGAS yang sudah terbentuk secara struktur pada 22 April 2021 lalu ini memiliki komitmen berupa visi mis agar Mimika bebas dari sampah, mengingat kurangnya kepedulian penanganan sampah yag baik masih kurang,” tutur Hendrik Werimon.
 
Menurut Hendrik Werimon, KAMGAS ini sebenarnya bukan fokus pada menjelang pelaksanaan PON Papua saja, namun sudah menjadi cita-cita lama seluruh anggota guna sama-sama menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan.
 
“Jika kesadaran masyarakat akan kebersihan meningkat, tentu sektor pariwisata di Mimika juga akan menjadi lebih baik, dan tentu mendukung wisata keberlanjutan, mengingat sampah menjadi salah satu faktor yang cukup merusak lingkungan,” tutup Hendrik.