Bukti 'Kiblat' Sepakbola Indonesia, Papua Segel Juara
Foto : Selebrasi para pemain tim PON Papua (Dok.PB PON XX Papua)

Jayapura, HanTer - Tak bisa dipungkiri bahwa Brasil merupakan 'kiblat' sepakbola dunia. Sederet pemain bintang menjadi tulang punggung bersama mayoritas klub raksasa Eropa. Namun, berbicara Indonesia, Papua membuktikan bahwa cabor tersebut masih 'berkiblat' di tanah mereka.

Itu tak lepas setelah tim Sepakbola PON Papua menyegel gelar juara usai menumbangkan Aceh dengan skor akhir 2-0 pada babak final yang berlangsung di Stadion Mandala Jayapura, Kota Jayapura, Kamis (14/10/2021) sore waktu setempat. 

Tuan rumah berhasil mengoleksi emas usai mengalahkan Aceh dengan skor 2-0. Sedangkan Aceh harus puas dengan medali perak. Sementara itu, medali perunggu diperoleh cabang sepak bola putra Jawa Timur usai mengalahkan Kalimantan Timur dengan skor 3-2.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang turut menyaksikan laga tersebut sekaligus diberi kehormatan untuk mengalungkan medali, pun mengakui bahwa dengan juaranya tim Papua membuktikan banyak talenta-talenta berkualitas yang kelak bisa menjadi tulang punggung demi mengantar kejayaan bagi Indonesia di level internasional.

Selain banyaknya talenta berbakat dari Bumi Cenderawasih, tak bisa di pungkiri bahwa bakat dari daerah lain juga terlihat bermunculan. 

"Kita punya  harapan untuk Sepakbola kedepan. PON ini merupakan tempat memantau bakat dan talenta dan semua tim yang tampil di PON Papua. Khususnya cabor Sepakbola baik putra maupun putri saya bisa melihat talenta-talenta yang nantinya bisa kita dorong ke tim nasional," katanya. 

Dalam pertandingan final tersebut, dua gol kemenangan tim tuan rumah dicetak kapten tim, Ricky Ricardo. Raihan ini membuat tim asuhan Eduard Ivakdalam mendapatkan medali emas. 

Tim PON Papua tampil impresif sejak pluit babak pertama dibunyikan oleh wasit Fariq Hitaba. Ini terbukti pada menit kelima, mereka mampu menciptakan gol. Tendangan penalti yang dilakukan Ricky Ricardo melesat mulus ke gawang kiper Aceh, Chairil Zul Azhar. Skor 1-0 untuk tim PON Papua.

Unggul sementara tak membuat mereka mengendurkan serangan. Serangan yang dibangun terbilang efektif. Lagi-lagi Ricky Ricardo menjadi aktor serangan dan membuat gol lagi dimenit ke-22. Skor 2-0 menutup babak pertama untuk keungulan tim PON Papua. 

Kembali dari kamar ganti, Papua idak mengendurkan serangannya. Meski unggul, mereka tetap tampil menekan pertahanan tim PON Aceh. 

Aceh mendapatkan peluang pada menit ke-58. Akhirul Wadhan mendapatkan peluang untuk memperkecil skror. Namun, usahanya gagal setelah tendangannya mampu diblok kiper Papua, Adzib Al Hakim Arsyad. 

Upaya tim Aceh untuk bisa mengejar ketertinggalan semakin sulit selelas pemain mereka Muharrir mendapatkan kartu merah (akumulasi dua kartu kuning). Tim asuhan Fakhri Husaini harus bermain dengan 10 orang. Hingga pluit akhir dibunyikan, tim PON Papua berhasil mempertahankan kedudukan. Skor 2-0 menutup babak kedua.